• Sabtu, 22 Januari 2022

Warga Sragen Penyuplai Daging Anjing Ditangkap, 53 Ekor Diselamatkan Komunitas Dog Meat Free Indonesia

- Sabtu, 27 November 2021 | 16:10 WIB
Warga Sragen Penyuplai Daging Anjing Ditangkap, 53 Ekor Diselamatkan Komunitas Dog Meat Free Indonesia (Humas Res Sukoharjo)
Warga Sragen Penyuplai Daging Anjing Ditangkap, 53 Ekor Diselamatkan Komunitas Dog Meat Free Indonesia (Humas Res Sukoharjo)


SMOL.ID - Seorang pria warga Gemolong, Sragen, berinisial GTS ditangkap tim Reserse Kriminal Polres Sukoharjo karena menyuplai daging anjing tanpa dilengkapi surat  keterangan kesehatan hewan (SKKH).

GTS ditangkap dini hari, saat membawa puluhan kilo daging anjing menggunakan truk.

Selain menangkap penyuplai daging anjing, polisi juga berhasil menyelamatkan 53 anjing yang diperdagangkan untuk keperluan konsumsi dari sebuah tempat di wilayah Kartasura.

Penangkapan dan pengungkapan itu dilakukan Polres Sukoharjo bekerja sama dengan Komunitas Dog Meat Free Indonesia.

Baca Juga: Didesak Larang Perdagangan Daging Anjing di Solo, Gibran: Saya Kaji Dulu

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyatakan, penjual anjing merupakan warga Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. GTS ditangkap saat mengirimkan daging anjing ke pembelinya.

“Jadi Awalnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di wilayah hukum Polres Sukoharjo banyak beredar pedagang kaki lima yang menjual anjing untuk digunakan dalam pembuatan masakan. Kemudian petugas Kepolisian Resor Sukoharjo melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut dan ditemukan di wilayah kartasura,” jelas Kapolres.

Kemudian pada hari Rabu tanggal 24 November 2021 sekira pukul 00.30 WIB, lanjut Kapolres, petugas melakukan penangkapan terhadap penyuplai daging anjing di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Saat ditangkap pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo diketahui daging anjing itu dibeli dari Kabupaten Garut. Diduga di wilayah tersebut masih menjadi zona rawan penyakit anjing rabies.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X