• Sabtu, 22 Januari 2022

Bareskim Ungkap Kejahatan Seksual Anak Lewat Mabar Free Fire

- Selasa, 30 November 2021 | 16:04 WIB
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri saat konferensi pers ungkap kasus kejahatan seksual anak via mabar game online  (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri saat konferensi pers ungkap kasus kejahatan seksual anak via mabar game online (ANTARA/Laily Rahmawaty)

SMOL.ID - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap kejahatan seksual anak dilakukan melalui main bareng (mabar) game online free fire. 

Terungkap, ada 11  korban kejahatan seksual anak dilakukan pemuda bernama S atau Reza usia 21 warga di Kalimanta Timur.

"Tersangka S melakukan kejahatan seksual anak dengan memanfaatkan salah satu game "online free fire", di mana sasarannya adalah anak perempuan di bawah umur," Kasubdit V Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Hutagaol di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 November 2021.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Orang tua korban yang melapor berada di Papua.

Baca Juga: Pelaku Pelecehan Seksual Seperti Cium Pipi dan Ucapan Gombal Tidak Perlu Dipenjara, Berikut Opini Farhat Abbas

Orang tua korban melaporkan adanya konten pornografi di ponsel milik anaknya serta adanya percakapan asusila melalui pesan instan "Whatsapp" yang dilakukan tersangka S, teman mabar korban.

Kemudian laporan tersebut ditindaklanjuti KPAI dengan membuat laporan ke Bareskrim Polri pada tanggal 22 September 2021.

Dittipidsiber Bareskrim Polri melakukan penelusuran hingga keberadaan S diketahui berada di wilayah Kalimantan Timur.

"Jadi modus operandinya, tersangka bermain game bersama dan mengiming-imingi akan memberikan 'diamond' korban," kata Hutagaol.

Diamond atau DM alat tukar premium yang berfungsi mengoptimalkan tampilan dan performa pemain game "online free fire" yang bisa digunakan untuk membeli karakter, memperkuat senjata, dan mendapatkan item eksklusif.

Tersangka menjanjikan memberikan 500-600 diamond, di mana harga satu diamond dibeli menggunakan pulsa senilai Rp100 ribu.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

Jokowi Soroti Kasus Investasi Bodong Makin Marak

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:50 WIB
X