• Senin, 24 Januari 2022

Kejagung Tangkap Seorang Pengacara Diduga Halangi Penyidikan Korupsi LPEI

- Rabu, 1 Desember 2021 | 07:56 WIB
Didit Wijayanto Wijaya, seorang pengacara ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi LPEI  (   (ANTARA/HO-Puspenkum Kejaksaan Agung))
Didit Wijayanto Wijaya, seorang pengacara ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi LPEI ( (ANTARA/HO-Puspenkum Kejaksaan Agung))

SMOL.ID - Seorang pengacara, bernama Didit Wijayanto Wijaya ditangkap penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung karena diduga menghalangi penyidikan perkara korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2013-2019.

Didit Wijayanto Wijaya, ditangkap di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa 30 November 2021 pukul 20.00 WIB, setelah tiga kali dipanggil selalu mangkir.

Setelah diperiksa oleh Jampidsus di Gedung Bundar Rabu 1 Desember 2021 dini hari, Didit Wijayanto Wijaya pun ditetapkan sebagai tersangka.

Sekitar pukul 00.24 WIB, tersangka keluar dari Gedung Bundar Jampidsus menggunakan rompi tahanan Kejagung berwarna merah muda, langsung digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung guna penahanan selama 20 hari.

Baca Juga: Membuat Sulit Penyidikan Kasus Korupsi LPEI, 7 Saksi Terpaksa Dijadikan Tersangka dan Ditahan Kejagung

Didit adalah pengacara tujuh orang saksi yang telah ditetapkan sebagai tersangka 2 November 2021 lalu.

"Tersangka telah mempengaruhi dan mengajari tujuh orang saksi tersebut untuk menolak memberikan keterangan sebagai saksi dengan alasan yang tidak dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dikutip dalam keterangan tertulis Rabu.

Menurut Leonard, perbuatan tersangka menyulitkan penanganan dan penyelesaian penyidikan perkara di LPEI.

Didit bersama tujuh tersangka lainnya dianggap menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan tindak pidana korupsi dan dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar sebagai saksi dalam perkara penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh LPEI.

Baca Juga: Kejagung Kumpulkan Aset Seninai Rp16,2 Triliun dari Kasus Korupsi Asabri

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

Resmi! Pemilu Ditetapkan 14 Februari 2024

Senin, 24 Januari 2022 | 16:25 WIB

6 Kebijakan Ketat PLN, Cegah Penyebaran Covid-19

Minggu, 23 Januari 2022 | 11:44 WIB
X