• Minggu, 23 Januari 2022

Seni Tradisi Jangan Sampai Hilang, Karena Disana Banyak Ajaran Budi Pekerti

- Minggu, 5 Desember 2021 | 14:15 WIB
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa SE foto bersama dengan pwmgurus PaSri DIY. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa SE foto bersama dengan pwmgurus PaSri DIY. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)

SMOL.ID - Hampir semua seni tradisional, memiliki filosofi tinggi yang patut dicermati dan dihayati. Karena disana banyak ajaran baik dan memiliki filosofi tinggi, yang cukup bagus untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Budi pekerti dan sopan santun melekat dalam kesenian tersebut. Misalnya, seperti kesenian tradisional ketoprak, wayang kulit, wayang uwong, karawitan dan banyak lagi lainnya.

Oleh karena itu, kesenian tradisional yang adiluhung ini perlu dilestarikan dan diuri-uri agar bisa terus lestari. Untuk itu, perlu adanya organisasi yang mengurusi dan selalu berada di depan agar kesenian tradisional tetap terus eksis di tengah gempuran budaya asing.

Baca Juga: Berikut Ini Lokasi SIM Keliling dan SIM Corner di Wilayah DIY Lengkap Syarat dan Biaya

Imam Priyono, penasihat PaSri (Paguyuban Seni Tradisi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada pelantikan pengurus PaSri DIY di Cavinton Hotel Yogyakarta, Minggu, 5 Desember 2021.

PaSri DIY yang diketuai Nano Asmorodono, dilantik oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa SE.dengan disaksikan anggota PaSri dan tamu undangan. PaSri merupakan paguyuban seni tradisi yang akan menjebatani antara pemerintah dengan pelaku seni tradisi.

Lebih lanjut Imam Priyono mengatakan, seni tradisi yang memiliki filosofi tinggi dan ajaran budi pekerti harus terus dikembangkan agar kedepan tercipta generasi bangsa yang jujur, pintar, sopan dan santun.

''Untuk itu, paguyuban ini sangat penting khususnya dalam menguri-nguri dan melestarikan seni tradisi,'' ujar Imam Priyono yang juga sebagai anggota DPRD DIY.

''Kami yakin paguyuban ini bisa eksis dan mampu menguri-nguri seni tradisi, karena dalam kepengurusan ini ada Marwoto, Bambang Paningrom dan banyak lagi seniman lainnya,'' tambah Imam Priyono yang juga mewakili Ketua DPRD DIY, Nuryadi yang tidak bisa hadir karena ada tugas lain.

Sementara Nano Asmorodono, usai dilantik sebagai Ketua PaSri DIY mengatalan, selama ini banyak Paguyuban atau grup-grup kesenian yang mati suri atau bahkan telah bubar, dikarenakan grup tersebut tidak bisa bertahan dan bersaing di dunia hiburan.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X