• Minggu, 5 Februari 2023

Bukan Penistaan Agama, Polres Karanganyar Usut Kekerasan di Karangpandan

- Kamis, 23 Desember 2021 | 14:37 WIB
Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito.
Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito.

SMOL.ID – Polres Karanganyar mengusut tuntas kekerasan di Karangpandan yang sempat viral dan heboh dan disangka penistaan agama.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito kepada wartawan mengatakan, peristiwa itu bukan penistaan agama namun kekerasan biasa.

‘’Ceritanya tersangka DHS salah seorang warga Karangpandan, menagih hutang kepada seseorang di KSP di Karangpandan tempat E. Korban bekerja. Karena saat itu sudah sore dan waktunya tutu kantor, E menyarankan DHS datang esok harinya. Namun jawaban itu malah membuat DHS marah dan akhirnya bertengkar dengan E. Saat itulah dia bermaksud menjambak E, namun yang ketarik adalah jilbabnya sehingga terbuka,’’ kata Wakapolres, Kamis (23/12).

Baca Juga: ICMI Karanganyar Prihatin karena Terjadi Perbedaan Paham Fikih Pandemi

Permasalahan melebar setelah di medsos tersiar kabar pelecehan atau penistaan agama. Padahal yang terjadi seperti itu. Kini DHS dalam pemeriksaan Satreskrim karena alasan dia bisa ditahan, maka dia ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia mengatakan, petugas akan mengadakan gelar perkara hari ini, untuk menentukan DHS sebagai tersangka dan kasusnya berlanjut sampai persidangan. Petugas sudah memeriksa E sebagai korban dan semua sesuai dengan cerita di atas.

Dia berharap kasus itu diluruskan sesuai fakta yang ada agar semua sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Sekali lagi tidak ada penistaan agama dalam kejadian itu, hanya karena jilbabnya ketarik sampai terlihat rambutnya, namun bukan pemaksaan pada korban agar membuka kerudungnya seperti yang berkembang selama ini.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Rumah Saja, Alun-alun Karanganyar dan Fasilitas Umum Ditutup

Petugaspun hanya mengenakan pasal kekerasan biasa pada tersangka, bukan penistaan agama. Sedangkan desakan pihak tertentu untuk mengusut tuntas masalah itu, memang sudah dilakukan, namun sekali mlagi bukan penistaan agama.(joko dh)***

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X