• Rabu, 30 November 2022

Belum Selesai, Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Diperpanjang Lagi 40 Hari

- Rabu, 29 Desember 2021 | 14:46 WIB
Pembangunan masjid Agung Karanganyar diperpanjang 40 hari ke depan.
Pembangunan masjid Agung Karanganyar diperpanjang 40 hari ke depan.

SMOL.ID – Pembagunan masjid Agung tak kunjung selesai meski diperpanjang 10 hari. Kini malah kontraktor PT Mam Energindi diberi perpanjangan lagi 40 hari.

Perpanjangan itu karena dari sisi regulasi memang diperbolehkan, bahkan saat pandemi perpanjangan bisa sampai 90 hari.

Kepala Dinas PUPR Titis Djawoto mengatakan, setelah berkonsultasi dengan vendor-vendor yang menyediakan peralatan masjid, akhirnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) memberikan perpanjangan tersebut. Diperkirakan masjid akan jadi setelah masa perpanjangan kedua ini.

Baca Juga: Belum Perlu Pansus, Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Habis Waktu Perpanjangannya

‘’Saat memberikan perpanjangan, PPKom tidak tergesa-gesa. Sebab buat apa kalau diperpanjang akhirnya tidak jadi. Karena itu semua vendor pemasok peralatan masjid dimintai pertimbangan untuk memberi putusan diperpanjang atau tidak,’’ kata Titis, Rabu (29/12).

Dari informasi vendor, alat terakhir yang akan datang adalah lampu tempel di dinding. Sedangkan peralatan lain sudah datang sebelum 31 Desember. Sehingga ada referensi pengerjaan itu selesai dengan perpanjangan itu.

Namun demikian, sesuai regulasi anggaran sudah diberhentikan sejak 27 Desember. Sehingga kontraktor mengerjakan masjid dengan dana pribadi. Anggaran pemerintah sudah dikembalikan kas daerah. Kontraktor dibayar sesuai prosentase yang dikerjakan terhitung 27 Desember pukul 24.00.

Regulasinya memang begitu. Setelah dihitung, maka prosentase penyelesaian proyek masjid ada 95 atau 97 persen. Dan Sisa dana akan dibayar nanti setelah anggaran perubahan dengan menghitung denda atau penalti dari pemerintah, besok pada APBD Perubahan.

Saat ditanya kenapa perpanjangan tidak diberikan 50 hari sekalian saat dulu mengajukan perpanjangan setelah habis masa kontrak 17 Desember, Titis Djawoto mengatakan, karena saat itu kontraktor mengajukan sampai 31 Desember. Jika sampai 31 Desember, Dinas PUPR kesulitan menghitung penyelesaian proyek sekalian anggarannya.

Baca Juga: Forkompinda Karanganyar Tinjau Perayaan Natal Umat Kristiani

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tata Kelola Kelapa Sawit, Perlu Dukungan Pemerintah

Selasa, 29 November 2022 | 18:45 WIB

UMP DIY 2023 Naik 7,65 Persen

Senin, 28 November 2022 | 19:20 WIB
X