• Selasa, 18 Januari 2022

25 Kiai Jateng di Kabinet Gus Yahya, Tiga Putra Mbah Moen Masuk PBNU

- Kamis, 13 Januari 2022 | 09:06 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didampingi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Sekjen Saifullah Yusuf mengumumkan susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa Khidmah 2022-2027, Rabu (12/1).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didampingi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Sekjen Saifullah Yusuf mengumumkan susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa Khidmah 2022-2027, Rabu (12/1).


SMOL.ID – Untuk pertama kalinya sejak Nahdlatul Ulama didirikan tahun 1926, PBNU diisi pengurus perempuan. Ada beberapa tokoh perempuan yang masuk dalam struktur baru PBNU masa hidmah 2022-2027.

“Sejak awal didirikan sebenarnya tidak ada pembatasan di PBNU. Sekarang tokoh perempuan dimasukkan karena memang ada kebutuhan yang mendesak,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat membacakan susunan pengurus PBNU, Rabu (12/1).

Didampingi Rais Aam KH Iftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf, Gus Yahya menjelaskan, beberapa perempuan yang masuk kepengurusan PBNU di antaranya adalah di jajaran Mustasyar ada Nyai Nafisah Sahal Mahfudzh Nyai Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid (Istri Gus Dur); dan Nyai Mahfudloh Ali Ubaid.

Selain itu juga di jabatan A’wan di antaranya; Nyai Nafisah Ali Masum; Nyai Badriyah Fayumi; serta Nyai Ida Fatimah Zaenal. Juga di Tanfidziyah ada nama Khofifah Indar Parawansa serta Alissa Qotrunnada Wahid (putri Gus Dur), sebagai Ketua.

“Ada masalah-masalah besar terkait isu perempuan. Kita ajak tokoh perempuan yang paling tangguh dan kuat, seperti ibu Khofifah yang nanti akan kita andalkan juga Ibu Alissa,” kata Gus Yahya.

Dalam susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa Khidmah 2022-2027 sedikitnya terdapat 25 Kiai dan Bu Nyai berasal dari Jawa Tengah. Di jajaran Mustasyar sedikitnya tujuh orang yaitu KHA Mustofa Bisri Rembang, KH Dimyati Rois Kaliwungu, KH As'ad Said Ali Kudus, Habib Luthfi bin Ali Yahya Pekalongan, Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudh Pati, KH Abdullah Ubab Maimoen Sarang Rembangh dan KH Ulin Nuha Arwani Kudus.

Di jajaran Syuriyah terdapat sepuluh nama yaitu di jajaran Rais KH Masdar Farid Mas'udi Banyumas, KH Aniq Muhammadun Pati, KHA Mu'adz Thohir Pati, Dr KH Abdul Ghafur Maimoen MA Sarang Rembang, KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha) Rembang, KH Subhan Makmun Brebes dan KH Ahmad Kharis Shodaqoh Tlogosari Semarang. Katib Aam KH Ahmad Said Asrori Magelang, KH Sholahudin Al-Aiyub MSi dan Katib Dr KH Abdul Ghofar Rozin Pati. Di Jajaran A’wan terdapat Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf Solo, KH Najib Hasan Kudus, Hj Badriyah Fayumi Pati dan KH Taj Yasin Maimoen Sarang Rembang.  

Di jajaran Tanfidziyah, selain Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terdapat nama Prof Dr H Nizar Ali MAg Sekjen Kementerian Agama yang berasal dari Blora dan Wakil Sekretaris Jenderal Dr Najib Azca dari Pekalongan.

Yang menarik dalam Kabinet Gus Yahya tiga putra KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) masuk bersama-sama di berbagai posisi. KH Abdullah Ubab Maimoen (Gus Ubab) di Mustasyar, Dr KH Abdul Ghafur Maimoen MA (Gus Ghofur) di jajaran Rais Syuriyah dan KH Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) yang juga Wakil Gubernur Jateng di jajaran A’wan.
 
Terobosan Penting

Sementara itu, dalam kesempatan ini, Alissa Wahid mengatakan bahwa masukkan nama perempuan dalam jajaran kepengurusan PBNU merupakan terobosan yang sangat penting.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNN Sita 218, 46 Kg Sabu dan Tangkap 11 Tersangka

Senin, 17 Januari 2022 | 14:00 WIB

Hakim MK: Tidak Ada Celah Menghindar Putusan Hukum MK

Senin, 17 Januari 2022 | 13:16 WIB

PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik di Banten

Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:18 WIB
X