• Selasa, 18 Januari 2022

Bereskrim Terbitkan SPDP Kasus Ferdinand Hutahaean, Kejagung Segera Tunjuk JPU

- Kamis, 13 Januari 2022 | 09:49 WIB
Bereskrim Terbitkan SPDP Kasus Ferdinand Hutahaean, Kejagung Segera Tunjuk JPU (@ferdinanhutahaean)
Bereskrim Terbitkan SPDP Kasus Ferdinand Hutahaean, Kejagung Segera Tunjuk JPU (@ferdinanhutahaean)


SMOL.ID - Kasus dugaan tindak pidana penyebaran informasi SARA dengan tersangka mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ditangani cepat. 

Usai menetapkan tersangka Ferdinand Hutahaean, Bareskrim Polri menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan dikirimkan ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Selanjutnya, Jampidum menerbitkan surat perintah penunjukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengikuti perkembangan penyidikan kasus dugaan penyebaran informasi SARA dengan tersangka Ferdinand Hutahaean tersebut.

Baca Juga: Usai Jalani Pemeriksaan 12 Jam, Ferdinand Hutahaean Resmi Ditahan Bareskrim Polri

Penunjukan JPU dilakukan usai Kejagung menerima surat penetapan tersangka atas nama Ferdinand Hutahaean dan penerbitan SPDP oleh Bareskrim Polri.


SPDP bernomor B / 01 / I / RES.2.5. / 2022 / Dittipidsiber Bareskrim Polri dikirim 6 Januari 2022 dan telah diterima Sekretariat Jampidum pada 10 Januari 2022.

Selanjutnya, setelah dilakukan penyidikan dan pemberkasan kemudian dinyatakan lengkap maka kasus terebut segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Simanjuntak mengatakan Jampidum telah menerima SPDP dari Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian dan permusuhan.

"Kami telah menerima SPDP dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terhadap Dugaan Tindak Pidana Menyebarkan Informasi yang Ditujukan Untuk Menimbulkan Rasa Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Kelompok Masyarakat Tertentu Berdasarkan Atas Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, serta menimbulkan keonaran di kalangan rakyat melalui media sosial atas nama tersangka FH," kata Leonard, di Jakarta, Rabu 12 Januari 2022.

Menurut Leonard, Ferdinand Hutahaean atau FH terjerat kasus dugaan tindak pidana menyebarkan informasi SARA melalui cuitan Twitter.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNN Sita 218, 46 Kg Sabu dan Tangkap 11 Tersangka

Senin, 17 Januari 2022 | 14:00 WIB

Hakim MK: Tidak Ada Celah Menghindar Putusan Hukum MK

Senin, 17 Januari 2022 | 13:16 WIB

PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik di Banten

Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:18 WIB
X