• Sabtu, 22 Januari 2022

Jumog Bergolak, Masyarakat Peduli Berjo Minta Kios Kompensasi Tanahnya untuk Jalan

- Jumat, 14 Januari 2022 | 17:36 WIB
Pengacara Kusumo Putro dengan anggota Masyarakat Peduli Berjo memberikan keterangan pers.
Pengacara Kusumo Putro dengan anggota Masyarakat Peduli Berjo memberikan keterangan pers.

SMOL.ID – Baru dua tahun ini kabar wisata di Berjo, Ngargoyoso berkibar karena pendapatannya yang fantastis mencapai Rp 6 miliar lebih di tahun 2021, kawasan wisata Jumog bergolak. Ada riak yang mengganjal.

Sekitar 30 warga Masyarakat Peduli Berjo (MPB) yang dipimpin Larno, warga setempat anggotanya menuntut kios di dalam kawasan wisata tersebut, sebagai kompensasi atas dipakainya tanah yang dipinjamkan ke desa di tahun 2010 untuk jalan ke lokasi wisata air terjun Jumog.

‘’Ini sebetulnya hanya masalah itikad baik saja. Sebagai orang yang sudah meminjamkan tanah untuk kawasan wisata yang sekarang sudah menjadi wisata menasional yang menghasilkan miliaran pemasukan, wajar kan, jika klien kami meminta kompensasi kios di dalam kawasan wisata Jumog itu,’’ kata Kusumo Putro, pengacara yang ditunjuk warga yang menuntut kompensasi, Jumat (14/1).

Baca Juga: Lagi, Kasus Pengisian Perangkat Desa di Karanganyar Dilaporkan ke PTUN

Ketiga warga yang mengajukan kompensasi itu adalah Cipto Paino, Sidik Tarsono, dan Lamidi, yang menguasakan padanya untuk meminta kios tersebut. Kusumo mengaku tersentuh karena mereka warga desa, rakyat kecil yang perlu dibantu.

Menurut Sidik dan Lamidi, mereka sudah beberapa kali datang ke kades Berjo untuk menagih kompensasi tersebut, sampai empat kali, namun hanya dijanjikan dan dijanjikan akan diberi kios, kenyataannya tidak ada.

Kusumo Putro meminta agar pihak kades Berjo mau bermediasi untuk menentukan jalan tengah bagi kliennya dengan memberikan kios-kios yang mereka inginkan. Sebab mereka sudah berjasa memberikan tanahnya untuk jalan menuju tempat wisata yang sekarang sudah besar.

Kliennya mengaku tidak akan mempermasalahkan apapun dan ihlas walaupun selama 10 tahun lebih jalannya dipakai oleh desa. Tentunya bukan sekadar janji-janji tetapi dibuktikan dengan kios dengan surat perjanjian seperlkunya.

Jika kades bersikukuh tidak mau memberikan kompensasi atas pemakaian tanah tersebut, maka Kusumo akan mengirimkan somasi dua kali, satu sudah dikirimkan hari ini, dan somasi kedua akan dilayangkan Senin mendatang.

Baca Juga: Keluarkan Surat Pembaruan Nikah, Gereja Santo Pius Karanganyar Digugat

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Rabu, 19 Januari 2022 | 20:02 WIB

Jateng Borong Baznas Award 2022

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:21 WIB
X