• Jumat, 21 Januari 2022

Bumdes Berjo Menolak Anggapan Serobot Tanah Warga, Punya Bukti Hibah

- Jumat, 14 Januari 2022 | 17:38 WIB
Agung Sutrisno saksi mata dan Winarno bendahara Bumdes menunjukkan bukti surat dan berita acara hibah tanah di Berjo.
Agung Sutrisno saksi mata dan Winarno bendahara Bumdes menunjukkan bukti surat dan berita acara hibah tanah di Berjo.

SMOL.ID – Bumdes Berjo menolak anggapan warga yang menggugat kios ke kades itu sebagai penyerobotan tanah warga untuk jalan menuju wisata air terjun Jumog.

Bumdes menunjukkan segebok bukti hibah yang dilakukan oleh 14 warga Berjo, bahkan juga bukti mereka sudah menerima uang ganti tanaman seharga Rp 5.000 permeter tanah tersebut.

Agung Sutrisno, tokoh masyarakat desa Berjo, didampingi bendahara Bumdes Winarno dan pengacara Wibowo Kusumo Winoto, langsung menanggapi permintaan kompensasi kios tersebut. Agung yang saat itu menjadi saksi hidup ketika warga menghibahkan tanahnya bercerita, dia tahu persis masalah tersebut.

Baca Juga: Jumog Bergolak, Masyarakat Peduli Berjo Minta Kios Kompensasi Tanahnya untuk Jalan

‘’Saya ini ikut jadi saksi. Ke-14 pihak pemilik tanah ikrar menghibahkan tanah tersebut. Dan kades saat itu, Dwi Haryanto dan Sekdes Suhardi ikut tanda tangan berita acara hibah itu. Dan mereka menyerahkan uang ganti tanaman yang dihitung sebanyak Rp 5.000 permeter tanah tersebut, dan 14 warga itu sudah menerimanya,’’ kata Agung, Jumat (14/1).

Dan lucunya, ketiga orang yang menguasakan pada Kusumo Putro, ternyata bukan termasuk dari 14 orang pemilik tanah. Jadi mereka orang luar. Hanya satu nama terkait pemilik tanah yang dihibahkan, yakni Sidik Tarsono, namun dia hanya anak Karto Kemin yang waktu itu menguasakan hibah tanah pada Warni yang baru saja meninggal.

Karena itu sangat aneh ketika orang lain ribut masalah tanah yang sudah dihibahkan itu. Apalagi persoalan itu sudah selesai. Karena itu Agung menunggu jika benar-benar ketiga warga itu akan mempermasalahkan secara hukum, Bumdes Berjo siap menghadapi.

Dan memang Agung mengatakan tidak akan menanggapi tiga orang itu karena tidak ada kompetensinya dengan masalah tanah yang dipakai akses menuju lokasi wisata air terjun Jumog yang kini menghasilkan pendapatan miliaran itu.

Wibowo mengatakan, menurut KUHPerdata pasal 1666 hibah tidak bisa dibatalkan oleh penghibah maupun ahli warisnya, dan di pasal 1668 jika penghibah meninggal maka dengan sendirinya hibah itu sah. Karena itu mau dituntut seperti apapun hibah itu sudah selesai.

Tentang apakah hibah itu sudah disertifikatkan, Agung mengatakan, kades yang dulu memang belum sempat mensertifikatkan hibah tanah tersebut. Baru kades sekarang akan disertifikatkan. Namun perubahan batas tanah sudah dicatat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan batas serta luasan tanah sudah berubah.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Rabu, 19 Januari 2022 | 20:02 WIB

Jateng Borong Baznas Award 2022

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:21 WIB
X