• Senin, 23 Mei 2022

LAZIS Sultan Agung Dirikan Majlis Taklim dan TPQ Sehati di Pondok Boro

- Jumat, 21 Januari 2022 | 14:31 WIB
LAZIS Sultan Agung Dirikan Majlis Taklim dan TPQ Sehati di Pondok Boro
LAZIS Sultan Agung Dirikan Majlis Taklim dan TPQ Sehati di Pondok Boro

SMOL.id - Sebagai salah satu lembaga amil yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah, LAZIS Sultan Agung berkomitmen terhadap pengembangan program pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan dan keagamaan yang bersentuhan langsung dengan umat.

Bukan sekedar mendayagunakan dana ZIS untuk kepentingan mustahik, tetapi berupaya mentransformasikan sikap batin dan perilaku umat menuju tatanan kesalihan individu sekaligus sosial.

Tak heran apabila LAZIS SA harus rela berada di garis depan, berjibaku dengan kompleksitas persoalan umat yang semakin beragam mengiringi dinamika masyarakat. Dalam situasi apapun program peningkatan kesejahteraan umat tetap harus digerakkan, termasuk di saat pandemi covid-19.

Baru-baru ini LAZIS SA mendirikan Majlis Taklim Sehat dan Islami yang disingkat Sehati dan Taman Pendidikan Al-Quran di Pondok Boro Kelurahan Trimulyo Genuk Semarang.

“Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan antara lain pengajian rutin terjadwal yang diperuntukkan warga pondok Boro dan penyelenggaraan kegiatan baca tulis al-Quran bagi anak-anak”, demikian diungkapkan Hasanuddin, Lc.,MEI selaku Direktur LAZIS SA.

Pondok Boro adalah salah satu pemukiman yang terletak di kelurahan Trimulyo Kecamatan Genuk Semarang. Sebanyak 45 KK warga perantauan yang sebelumnya tinggal di rumah bedeng di kawasan Pasar Johar Kanjengan dengan tempat tinggal yang kurang layak, karena hampir semua warga bertempat tinggal di rumah-rumah kardus, tidur di pinggir jalan Kanjengan dengan keterbatasan fasilitas yang tidak mampu menopang kualitas hidup.

Melihat kondisi demikian Ketua TP PKK Kota Semarang dan beberapa relawan melakukan inisiasi dan konsolidasi untuk merelokasi warga ditempat baru yang letaknya tidak jauh dari wilayah perbatasan antara kota Semarang dengan Kabupaten Demak.

Setelah warga direlokasi di Pondok Boro, persoalan tidak berhenti begitu saja, terlebih dari tahun 2020 hingga sekarang pandemi masih berlangsung yang berdampak bukan saja menyasar pada derajat kesehatan masyarakat, namun juga berimplikasi terhadap tatanan ekonomi, sosial dan budaya.

Tak ayal, kondisi seperti ini kemudian menggiring masyarakat berada dalam kondisi emosional yang lebih mudah cemas, stres, dan gelisah.

Di sinilah perlunya sentuhan dakwah agar masyarakat tetap memiliki imunitas dalam menghadapi situasi yang tidak diharapkan.
Hasanuddin mengungkapkan. oleh karena itu, LAZIS SA merasa terpanggil untuk turut berkontribusi membantu menyelesaikan persoalan keumatan melalui program pembinaan di wilayah krisis multidimensi di Pondok Boro.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X