• Senin, 23 Mei 2022

Adakan Raker di Wonosobo, 261 BMT Bergabung di PBMTI Korwil Jateng

- Selasa, 25 Januari 2022 | 17:28 WIB
Ketua Perhimpunan Baitul Maal wat-Tamwil (PBMTI) Jateng Widi Mulyanta (tengah) memimpin rapat kerja di Amerta Giri, Wonosobo.
Ketua Perhimpunan Baitul Maal wat-Tamwil (PBMTI) Jateng Widi Mulyanta (tengah) memimpin rapat kerja di Amerta Giri, Wonosobo.

SMOL.ID - Perhimpunan Baitul Maal wat-Tamwil (PBMTI) Jateng menggelar rapat kerja (Raker) di Amerta Giri, Wonosobo.  

Ketua PBMTI Jateng Widi Mulyanta menjelaskan, rapat kerja merupakan sebuah program kerja tahunan yang mempertemukan para pengurus dari PBMTI Jateng untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program kerja.

Selain mengevaluasi realisasi program kerja tahun sebelumnya, raker juga membahas pemantapan rencana program kerja yang akan dilaksanakan PBMTI Jateng selama setahun kedepan.

Baca Juga: PBMTI Korwil Jawa Tengah Raker Bahas Program Setahun ke Depan

“Rapat kerja ini diadakan dengan maksud untuk mengevaluasi kinerja dari setiap divisi organisasi, pembahasan evaluasi ini bertujuan untuk mencari solusi penyelesaian  jika terjadi kebuntuan dari divisi yang nantinya akan dibantu oleh divisi lain, dan juga untuk meningkatkan potensi ketercapaian manfaat atas program yang akan dilaksanakan,” kata Widi Mulyanta.

Menurutnya, Baitul Maal wat-Tamwil atau disingkat BMT merupakan lembaga keungan miko yang terdiri atas dua kegiatan sekaligus, yaitu Baitul Maal dan Baitul Tamwil. Kegiatan Baitul Maal dalam BMT adalah lembaga keuangan yang kegiatannya mengelola dana bersifat nirlaba (sosial).

‘’Sumber dana diperoleh dari zakat, infaq dan sedekah, atau sumber lain yang halal. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada mustahik, yang berhak, atau untuk kebaikan. Sedangkan kegiatan Baitul Tamwil adalah lembaga keuangan yang kegiatannya adalah menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat dan bersifat profit oriented,’’ katanya.

BMT memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas usaha ekonomi untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa BMT berorientasi pada upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Anggota harus diberdayakan supaya dapat mandiri.

Dengan menjadi anggota BMT, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup melalui peningkatan usahanya.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stasiun TV Perlu Kedepankan Moderasi Beragama

Senin, 23 Mei 2022 | 14:17 WIB

ICMI DIY Ajak Masyarakat Bangkit Pasca Covid-19

Senin, 23 Mei 2022 | 13:40 WIB

Di UGM Prof. Yudian Ungkap Ragam Makna Syawalan

Senin, 23 Mei 2022 | 10:11 WIB
X