• Minggu, 22 Mei 2022

Tersandung Kasus Suap, Bupati Langkat Terbit Perangin Angin Terlibat Kasus Perbudakan

- Selasa, 25 Januari 2022 | 18:02 WIB
Tersandung Kasus Suap, Bupati Langkat Terbit Perangin Angin Terlibat Kasus Perbudakan (Ilustrasi/Pexels)
Tersandung Kasus Suap, Bupati Langkat Terbit Perangin Angin Terlibat Kasus Perbudakan (Ilustrasi/Pexels)

SMOL.ID - Selain terjerat kasus dugaan suap, Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin kini diduga terlibat dalam kasus perbudakan buruh kelapa sawit.

Dugaan perbudakan dilakukan Terbit, setelah Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migrant Berdaulat atau Migrant Care menemukan kerangkeng di rumah Bupati Langkat itu.

Bahkan, Migrant Care telah melaporkan temuan itu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Baca Juga: Menaker Ungkap Ada ABK Indonesia Terjebak Perbudakan Modern di Laut

Migrant Care menduga Terbit telah melakuan perbudakan terhadap 40 pekerja kelapa sawit. Dalam laporan Migrant Care melampirkan bukti-bukti berupa foto kerangkeng manusia di dalam rumah Terbit.

Menanggapi temuan kerangkeng dan dugaan perbudakan, Mabes Polri langsung melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Buya Syafii: Mendewakan Pengaku Keturunan Nabi Bentuk Perbudakan Spiritual

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyatakan pihaknya tengah menyelidiki dugaan perbudakan di rumah Bupati Langkat non aktif Perangin Angin.

Dalam laporan Migrant Care kerangkeng di rumah bupati itu dimanfaatkan untuk mengurung pekerja kelapa sawit. Selain dikurung, pekerja itu mendapat penyiksaan dan tidak menerima gaji. ***

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X