Agar Transparan, Bank Daerah Karanganyar Rogoh Kocek Ratusan Juta untuk Audit Total

- Senin, 18 April 2022 | 10:53 WIB
Haryono, Dirut Bank Daerah menunjukkan laporan keuangannya.
Haryono, Dirut Bank Daerah menunjukkan laporan keuangannya.

SMOL.ID – Agar semua transparan, terbuka, bersih, bank Daerah Karanganyar rela merogoh kocek sampai ratusan juta untuk melakukan audit total semua elemen di bank itu. Mulai dari laporan keuangan, kepegawaian, teknologi, dan semuanya.

‘’Saya ingin semua hal di bank ini terbuka dan bisa dilihat semua. Untuk laporan keuangan, yaya publish setiap minggu, bukan saja bulanan. Bahkan untuk keperluan internal setiap hari harus ada laporan, yang dipublish,’’ kata Haryono, Dirut bank itu, Senin (18/4).

Dengan begitu setiap hari seperti ada persaingan setiap cabang pembantu di 17 kecamatan, siapa terbaik. Berapa dana masyarakat bisa diraih, berapa kredit tersalurkan, berapa kredit macet, berapa kredit menunggak sampai tiga bulan, sebulan, dan lainnya.

Baca Juga: Seminggu Sebelum Terima Hadiah Mobil, Moh Rohma Meninggal

Data itu terbaca di internal mereka dan bisa dibaca, dicek kebenarannya, sehingga antarmereka seperti saingan satu sama lain siapa terbaik dan terburuk. Dan satu hal jangan mempublish data bohong, itu akan merugikan diri sendiri. Sebab tim audit kepegawaian akan memantau kebohongan, siapa bermain uang, dan resiko dipecat akan ditanggung, minimal peringatan keras.

Bidang teknologi, bank Daerah Karanganyar sudah melakukan pembaruan teknologi perbankan, sehingga setiap data transaksi, data kredit, data tabungan, pokoknya terkait laporan keuangan sudah tersimpan rapi di Jakarta dan Surabaya, sehingga rapi dan tidak ada yang hilang.

‘’Jadi selain di kantor, data itu ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), server bank yang penyimpanannya di Jakarta dan Surabaya di tempat pengendali teknologi perbankan itu. Jadi bank BPR yang asetnya sudah Rp 534 miliar per April hari ini memiliki tingkat keamanan data yang cukup rapi. Back-up data bank itu tidak hilang,’’ kata Haryono.

Bank yang meraih penghargaan Top BUMD itu berharap kepercayaan masyarakat yang sudah tinggi itu tidak disia-siakan. Sebab lembaga ini lembaga jasa yang ayani masyarakat, sehingga sekali ternoda maka hilang kepercayaan masyarakat. Jangan sampai itu terjadi.

Dia juga ingin semua karyawannya tahu tugasnya masing-masing, sehingga dia tidak perlu setiap hari mengajari dan mengontrol. Audit pegawai diperlukan untuk itu, meraih kepercayaan sebagai karyawan sebuah bank. Dia tanamkan bahwa karyawan itu semua memiliki peran dan satu sama lain saling berfungsi atas perannya.

Haryono yang ingin bank tersebut memiliki aset Rp 1 triliun dalam dua tahun mendatang berharap bank tumbuh besar karena kepercayaan tinggi masyarkat. Bahwa secara politis pendirian bank di bawah Pemkab itu pasti terpengaruh, namun dia meyakinkan banknya bukan alat politik yang seenaknya dipengaruhi. Bank itu lembaga mandiri.(joko dh)

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kaum Milenial Harus Paham Pancasila

Sabtu, 3 Juni 2023 | 20:15 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Kretek

Jumat, 2 Juni 2023 | 13:10 WIB
X