• Jumat, 7 Oktober 2022

Kepala BPIP Prof Dr Yudian Wahyudi: Ajarkan Nilai-nilai Pancasila Kepada Santri

- Senin, 18 April 2022 | 16:17 WIB
Kepala BPIP Prof Dr Yudian Wahyudi menyerahkan santunan kepada penghuni Panti Asuhan NU Bintan Sa'adilah Al-Rasyid. (Foto : Smol.id/dok)
Kepala BPIP Prof Dr Yudian Wahyudi menyerahkan santunan kepada penghuni Panti Asuhan NU Bintan Sa'adilah Al-Rasyid. (Foto : Smol.id/dok)


SMOL.ID - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Dr Yudian Wahyudi memberi santunan ke Panti Asuhan NU Bintan Sa'adillah Al-Rasyid di Krapyak, Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.

Setelah memberi santunan Kepala BPIP langsung membuka acara Bedah Buku Internalisasi Pancasila Dalam Tajdid-Tajdid di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Minggu (17/4) petang.

Kunjungan kerja ke Yogyakarta, Kepala BPIP Prof Dr Yudian Wahyudi didampingi Sekretaris Utama BPIP, Dr. Karjono memberikan santunan kepada 30 anak yatim di Panti Asuhan NU Bintan Sa'Adillah Al-Rasyid.

Baca Juga: BPIP Deklarasikan 14 Sikap Etika dalam Bermedsos Bersama Ormas Lintas Agama

Tali asih disampaikan Kepala BPIP secara simbolis kepada ananda Ahmad Yusuf mustofa dan Loliya Ramadani, didampingi Pengurus Panti asuhan Abdul Basyir dengan disaksikan pengurus panti.

Dalam kesempatan itu Prof. Yudian Wahyudi menyampaikan tentang nilai-nilai Pancasila yang penting untuk dipahami para pelajar Indonesia, terlebih sebagai generasi Muslim Indonesia.

Prof. Yudian Wahyudi berharap generasi Muslim Indonesia harus tumbuh sebagai generasi yang cinta tanah air dan Pancasilais, sebagai salah satu implementasi ketaqwaan kepada Allah SWT.

Peristiwa perjalanan Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha, Rasulullah menerima perintah Allah SWT, untuk melaksanakan shalat lima waktu.

Dalam shalat lima waktu sehari-semalam itu terdapat sujud 34 kali, dan sebelum shalat didahului dengan wudlu. Perintah shalat yang didahului dengan mensucikan diri dengan ber-wudlu Itu mengisyaratkan agar umat Muslim mencari tempat kehidupan di pusat–pusat air.

Sementara sudut dalam shalat mengisyaratkan umat Muslim untuk selalu dekat dengan tanah. Itu artinya, menurut Prof Dr Yudian Wahyudi, umat Muslim harusnya paling mencintai tanah air.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hakim Sekedar Corong Undang-undang

Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:47 WIB

DPC PDI Perjungan Ucapkan Selamat HUT TNI ke 77

Rabu, 5 Oktober 2022 | 15:24 WIB

PKS DIY Dukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024

Rabu, 5 Oktober 2022 | 13:51 WIB

Kustomfest 2022 Sedot Lebih dari 25 Ribu Pengunjung

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:15 WIB

Guntur Beberkan Indahnya Seni Membatik

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:11 WIB
X