• Jumat, 1 Juli 2022

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, MUI: Harus Ditegur, Tamu Harus Tahu Diri dan Tahu Tata Krama

- Minggu, 22 Mei 2022 | 14:18 WIB
Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, MUI: Harus Ditegur, Tamu Harus Tahu Diri dan Tata Krama (IST/PR)
Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, MUI: Harus Ditegur, Tamu Harus Tahu Diri dan Tata Krama (IST/PR)

SMOL.ID - Ketua Majelis Ulama Indonesia Cholil Nafis mulai angkat suara terkait pengibaran bendera pelangi simbol Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di depan kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta.

Dalam cuitannya di akun Twitter Cholil Nafis mengatakan, keberadaan LGBT di Indonesia sudah mengkhawatirkan. Kedubes Inggris sudah tidak menghormati norma hukum masyarakat Indonesia dengan terang-terangan mendukung LGBT.

Sebagai tamu yang menginjakan kaki di Indonesia, Kedubes Inggris harus mematuhi tata krama yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Tematik Kelas 3 Tema 8 Subtema 4 Pilgan Terbaru

"Makin yakin saya klo LGBT di Indonesia sdh mengkhawatirkan. Kedutaan Besar Inggris sdh tak menghormati norma hukum masyarakat Indonesia dan terang2-an mendukung LGBT. Kita harus menegur mereka bahwa sebagai tamu harus tahu diri dan tahu tatakrama negara di mana ia berpijak," cuit Cholil Nafis dilihat Minggu 22 Mei 2022.

Seperti diketahui, memperingati Hari Internasional Anti-Homofobia, Kedutaan Besar (kedubes) Inggris di Indonesia mengibarkan bendera pelangi yang merupakan simbol LGBT.

Baca Juga: Uya Kuya Merasa Bodoh Bisa Ditipu Medina Zein

Selain itu, Kedubes Inggris juga memposting dukungannya terhadap LGBT dan mengajak masyarakat dunia untuk menghapus diskriminasi di akun Instagram @ukinIndonesia.

"UK bersikap bahwa hak LGBT+ adalah hak asasi manusia yang fundamental. Cinta itu tak ternilai. Semua orang, di mana pun, harusnya bebas untuk mencintai siapa yang mereka cintai dan mengekspresikan diri mereka tanpa takut kekerasan atau diskriminasi. Mereka seharunya tak perlu merasa malu atau merasa bersalah karena menjadi diri mereka sendiri," tulis @ukinIndonesia.***

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X