• Jumat, 1 Juli 2022

Di UGM Prof. Yudian Ungkap Ragam Makna Syawalan

- Senin, 23 Mei 2022 | 10:11 WIB
Kepala BPIP Prof Drs KH Yudian Wahyudi saat menyampaikan makna stawalan. (Foto : Smol.id/dok)
Kepala BPIP Prof Drs KH Yudian Wahyudi saat menyampaikan makna stawalan. (Foto : Smol.id/dok)

SMOL.ID - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, mengatakan, syawalan memiliki beragam makna spiritual, sosial maupun politik.

Dalam tradisi keagamaan, menurut dia, syawalan diartikan sebagai bentuk penyucian diri untuk merontokkan dosa-dosa yang sifatnya horizontal atau hubungan antar manusia.

Sedangkan dalam sejarah praktik politik, syawalan yang dilabeli halal bi halal ditransformasikan oleh Soekarno sebagai menggalang persatuan di tengah beragam perbedaan aspirasi politik.

Baca Juga: Kepala BPIP Prof Dr Yudian Wahyudi: Ajarkan Nilai-nilai Pancasila Kepada Santri

Dalam konteks akuntabilitas, syawalan bisa diibaratkan sebagai momen manusia untuk mempertanggungjawabkan prestasi kerja setahun sebelumnya dan memohon maaf kepada sesama atas kekurangan yang terjadi.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, mengatakan itu ketika memberikan tausiyah dalam acara Syawalan Keluarga Alumni Fisipol Gadjah Mada (Kafispolgama), yang diselenggarakan Sabtu (21/5).

"Bung Karno dulu mengenalkan syawalan ketika masa pasca kemerdekaan yang kita tahu sedang genting, artinya syawalan juga menjadi strategi diplomasi yang mampu merekonsiliasi kelompok yang sedang tidak harmonis untuk menjadi harmonis kembali,'' katanya.

''Hal yang penting juga esensi bermaaf-maafan sebagai aktivitas fundamental yang perlu dilakukan oleh segenap manusia untuk menjaga tali persaudaraan dan menghilangkan rasa pendendam, sehingga manusia terbebas dari sifat-sifat yang jelek seperti itu,'' tambahnya.

Melalui tradisi syawalan, harapannya akan lahir hikmah-hikmah yang baru, salah satunya adalah terjaganya tradisi guyub rukun. Melalui terminologi guyub rukun Prof. Yudian menjelaskan, jika kata guyub diambil dari bahasa Arab yang artinya menurunkan ego sampa dititik normal. Sedangkan rukun berarti menciptakan harmoni yang membentuk sikap gotong rotong bagi masyarakat Indonesia.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pati Kembali Tinjau Suntik Vaksin PMK

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:12 WIB

Cek Bantuan Jalan, Ganjar Diserbu Emak-emak

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:06 WIB
X