• Rabu, 30 November 2022

Studi Banding ke Karanganyar, Kabupaten Sleman Tertarik Kembangkan Es Kristal

- Jumat, 10 Juni 2022 | 14:18 WIB
Bupati Sleman Sri Kustini beserta suyami Sri Purnomo disertai Dirut PUDAM Karanganyar Prihanto melihat proses produksi es kristal.
Bupati Sleman Sri Kustini beserta suyami Sri Purnomo disertai Dirut PUDAM Karanganyar Prihanto melihat proses produksi es kristal.

SMOL.ID – Kabupaten Sleman tertarik mengembangkan investasi es kristal di PUDAM (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) mereka.

Tak tanggung-tanggung setelah Dirut PUDAM Sleman Sri Narwoto datang langsung ke Karanganyar, kini bersana Bupati Sri Kustini yang datang melihat proses produksi es kristal yang sudah berjalan enam bulan itu.

Sleman lebih dulu mengembangkan investasi air minum kemasan. Satu investasi yang semula dilirik PUDAM Karanganyar, namun karena berbagai pertimbangan ditinggal oleh Karanganyar dan memilih es kristal.

Baca Juga: Sandung Riwut FC Juara Turnamen Liga Internal Askab Karanganyar

‘’Dulu kami juga mau terjun ke air kemasan, tapi tidak jadi meski kami studi banding sampai Malaysia waktu itu. Karena persaingan di air kemasan lebih ketat dan banyak yang sudah besar, kami memilih es kristal,’’ kata Prihanto Dirut PUDAM Karanganyar di depan Bupati Sleman, Jumat (10/6).

Pertimbangannya pesaing baru sedikit, yakni es kristal dari Solo, dan menyentuh langsung UMKM, serta tidak beresiko. Sebab es kristal disetor, jadi es atau akhirnya mencair, resiko ada di pembeli. Bukan di PUDAM.

Prihanto memaparkan, investasinya untuk kapasitas 6 ton es kristal hanya Rp 1,025 miliar. Keuntungan yang diraih sebulan Rp 66 juta lebih jika es habis.

Dan realitanya es selalu habis bahkan kurang. Untuk melayani agen di Karanganyar saja kurang.

Daya listriknya Cuma 2.000 volt amper, atau butuh Rp 32 juta untuk menaikkan daya listrik. Dari 70 agen baru terlayani 32 agen, lainnya masuk daftar tunggu.

PUDAM Karanganyar sudah berencana mengembangkan investasi es kristal di Katipuro dan Karangpandan serta menyusul Kerjo.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Tata Kelola Kelapa Sawit, Perlu Dukungan Pemerintah

Selasa, 29 November 2022 | 18:45 WIB

UMP DIY 2023 Naik 7,65 Persen

Senin, 28 November 2022 | 19:20 WIB
X