• Rabu, 30 November 2022

Meski Aset Lebih Besar, Bank Sleman Studi Banding Salurkan Dana Desa ke Karanganyar

- Jumat, 10 Juni 2022 | 16:54 WIB
Dirut Bank Daerah Haryono dan Komisaris Sumarno bertukar cendera mata dengan Dirut Muh Sigit.
Dirut Bank Daerah Haryono dan Komisaris Sumarno bertukar cendera mata dengan Dirut Muh Sigit.


SMOL.ID – Meski memiliki aset yang besar, dua kali lipat dari Bank Daerah Karanganyar, Bank Sleman yang asetnya sudah di atas Rp 1 triliun sedangkan aset Bank Daerah baru Rp 543 miliar, Dirut Bank Sleman Muhammad Sigit diajak Bupati Sri Kustini belajar ke Karanganyar.

Jadilah event studi banding itu sebagai ajang kangen-kangenan, karena Muhammad Sigit itu sudah kenal baik dan sahabat dekat Dirut Bank Daerah Haryono. Maka ajang studi banding menjadi saling ganti memberi masukan untuk kedua bank milik Pemda itu.

‘’Kami belajar tentang menyalurkan dana desa dan alokasi dana ddesa (DS/ADD) yang dua tahun ini sudah disalurkan lewat bank Daerah Karanganyar, sedangkan di Bank Sleman baru dalam proses menunggu Perbup dulu,’’ kata Muh Sigit, Jumat (10/6).

Baca Juga: Studi Banding ke Karanganyar, Kabupaten Sleman Tertarik Kembangkan Es Kristal

Karanganyar memang dinilai satu langkah lebih maju dengan menjadi bank penyalur dana desa dan ADD. Jumlahnya yang hampir Rp 200 miliar itu bisa untuk menambah aset dan likuiditas bank dalam menyalurkan kredit untuk kesejahteraan rakyat.

Dirut Bank Daerah Haryono memamerkan budaya kerja di bank tersebut yang sedianya dipamerkan ke rombongan Bank Sleman.

Dan Bank Sleman berkepentingan untuk itu sebab meski aset sudah besar, untuk penyaluran gaji P3K, untuk penyaluran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan lainnya, bank itu berkesempatan menambah aset lewat ADD dan Dana Desa.

Haryono mengatakan, sebetulnya penyaluran dana desa dan ADD itu merupakan political will Bupati saja sebagai pimpinan. Kalau mau, dengan Perbup langsung bisa. Sebab dengan aset yang segitu ADD dan dana desa otomatis mampu disalurkan bank setempat.

Dengan studi banding yang tidak main-main karena dipimpin Bupati Sri Kustini langsung dengan Sekda dan semua Dirut BUMD, maka akn mudah menindaklanjuti keputusan itu. Tinggal untuk penyalurannya Bank Sleman diminta membuka counter khusus.

Apalagi hampir mirip kabupaten tersebut dengan Karanganyar dengan 17 kecamatan dan 86 desa. Sehingga dengan kondisi itu sangat mungkin diterapkan upaya menarik ADD dan dana desa ke bank Sleman yang 100 persen sahamnya milik pemda.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Tata Kelola Kelapa Sawit, Perlu Dukungan Pemerintah

Selasa, 29 November 2022 | 18:45 WIB

UMP DIY 2023 Naik 7,65 Persen

Senin, 28 November 2022 | 19:20 WIB
X