• Jumat, 7 Oktober 2022

Warga Gedongan Geruduk Kantor Bupati Karanganyar dan Satpol PP, Ada Apa?

- Selasa, 21 Juni 2022 | 13:34 WIB
Warga Gedongan, Colomadu geruduk Kantor Bupati Karanganyar protes cafe Black Ariont.
Warga Gedongan, Colomadu geruduk Kantor Bupati Karanganyar protes cafe Black Ariont.

SMOL.ID – Ratusan warga Desa Gedongan, Colomadu menggeruduk Kantor Bupati Karanganyar. Membentangkan puluhan poster dan spanduk, mereka memprotes dan minta cafe Black Ariont ditutup permanen. Cafe itu dituduh menjadi tempat maksiat dan menjadi penjualan minuman keras.

Masyarakat yang mengatasnamakan Forum Warga Gedongan Bersatu di bawah koordinator Bandung Gunadi itu juga membawa serta anak-anak kecil ikut dalam demo. Mereka sengaja dibawa sebagai penguat demo mereka, bahwa dampak terbesar yang mengancam adalah hancurnya moral anak-anak.

Karena itu warga minta ditutup permanen. Cafe itu dulu bernama D Brothers yang disegel dengan alasan serupa. Tapi kemudian buka lagi dengan nama baru Black Ariont dengan mengajukan ijin baru namun akhirnya sama saja dengan Dbrothers. Karena itu warga kembali protes.

Baca Juga: Satpol PP Bakal Bisa Tindak Pengguna Narkoba, Bupati Karanganyar Ajukan Raperda

Ditambah lagi Inspektorat sudah membatalkan sewa lahan kas desa yang dijadikan cafe tersebut. Artinya cafe itu tidak sah menempati lahan yang benar.

Satpol PP sendiri sudah mengeluarkan surat peringatan sampai dua kali, namun cafe itu merasa aman-aman saja dan terus buka menjual miras.

‘’Kami jengkel, pada pedagang PKL di depan Masjid Agung Satpol PP berani melarang dengan gagah berani, tanpa peringatan. Tappi di depan investor pengusaha cafe yang jelas-jelas melanggar, ijinnya tidak sah, jualannya miras Satpol PP bahkan polisi tak punya nyali. Ada apa ini?,’’ kata warga.

‘’Karena itu warga jengkel, sehingga sepakat demo damai ke Bupati. Kami sepakat untuk protes langsung ke Bupati dan beraudiensi. Kami bertekad kalau cafe itu tidak ditutup permanen atau kami tidak diizinkan bertemu Bupati, kami akan mendirikan tenda menginap di halaman kantor Bupati,’’ kata Bandung.

Akhirnya setelah aksi demo itu, 10 warga Gedongan diterima audiensi di ruang Bupati Juliyatmono untuk berembug. Dan hampir dua jam rembugan dengan Bupati itu berlangsung. Warga memiliki pendapat sendiri dan Bupati pun memiliki persepsi sendiri soal penutupan cafe Ariont itu.

Di tengah audiensi itu Bandung dikabari kalau 20 cafe dan warung makan yang berdiri di atas tanah kas desa Gedongan disegel Satpol PP. Penyegelan itu juga dilaporkan Bupati yang memang karena titik beratnya sewa lahan itu tidak sah dan bisnis cafe itu meresahkan masyarakat, maka ditutup.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Hakim Sekedar Corong Undang-undang

Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:47 WIB

DPC PDI Perjungan Ucapkan Selamat HUT TNI ke 77

Rabu, 5 Oktober 2022 | 15:24 WIB

PKS DIY Dukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024

Rabu, 5 Oktober 2022 | 13:51 WIB

Kustomfest 2022 Sedot Lebih dari 25 Ribu Pengunjung

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:15 WIB

Guntur Beberkan Indahnya Seni Membatik

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:11 WIB
X