• Jumat, 1 Juli 2022

Jadi Bottle Neck, Tujuh Tahun Perlintasan Kereta Api Dagen Tidak Bisa Dilebarkan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 12:13 WIB
Jalur perlintasan Dagen, Jaten, sudah tujuh tahun dimintakan dilebarkan dan dibangun tapi tidak boleh.
Jalur perlintasan Dagen, Jaten, sudah tujuh tahun dimintakan dilebarkan dan dibangun tapi tidak boleh.

SMOL.ID – Tujuh tahun perlintasan kereta api Dagen Jaten, diminta untuk dilebarkan, namun tidak ada jawaban dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar perlintasan itu dilebarkan agar tidak menjadi bottle neck lalu lintas yang bisa menjadi sebab macet.

Bupati Karanganyar Juliyatmono sedikit jengkel mengatakan, ijin membangun jalan di perlintasan kereta api itu ada di Dirjen Perkeretaapian. Dan Pemkab sudah minta ijin, kalau diperbolehkan melebarkan pasti sudah dilakukan.

‘’Tapi jangankan melebarkan, mengaspal biar perlintasan itu mulus saja tidak boleh. Kalau lewat jalan itu perut bisa mules karena njendhul-njendhul jalannya jelek. Tapi ya begitulah prosedurnya, harus mendapat ijin dulu. Ya sudah mau bagaimana lagi,’’ kata Juliyatmono, Selasa (23/6).

Baca Juga: Tes Pertama Positif, Dua Calon Haji Karanganyar Nyusul Gabung Kloter 28 Hari Rabu Ini

Jalan itu sebetulnya jalan alternatif utama lalu lintas dari Sragen atau Surabaya yang mau ke Karanganyar. Selain itu juga truk-truk besar yang akan ke pabrik di sekitar jalan dari Palur ke Tasikmadu itu. Sehingga setiap hari ramai.

Dari catatan Dinas Perhubungan Karanganyar, ijin perbaikan jalan perlintasan itu malah sudah diajukan 2014 saat Kadinas Perhubungan dijabat Agus ipto Waluyo. Sampai pejabat berganti-ganti, belum juga turun dan diijinkan dibangun.

‘’Karena perlintasan kereta api itu kewenangan Dirjen Perkeretaapian, ya kita hanya bisa menunggu, sampai kapanpun. Sebab memang bukan milik kita. Kalau milik Pemkab sudah dulu-dulu dibangun, karena jalan itu sudah dilebarkan saat itu,’’ kata Kadishub Sri Suboko.

Yang bikin jengkel Bupati justru yang turun malah perintah menutup jalan bawah fly over Palur. Karena itu Bupati ganti meradang karena jalan bawah fly over itu vital untuk mendongkrak perekonomian warga Karanganyar. Wong jalan alternatif tidak boleh dibangun kok malah jalan utama mau ditutup. Ya jelas ditolak.

Baca Juga: Warga Gedongan Geruduk Kantor Bupati Karanganyar dan Satpol PP, Ada Apa?

Kepala Stasiun Palur Arif saat dimintai konfirmasi mengatakan tidak memiliki wewenang apapun untuk menjawab masalah itu. Dia hanya operator stasiun yang mengatur perjalanan kereta api saja, bukan mengurusi yang lain.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pati Kembali Tinjau Suntik Vaksin PMK

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:12 WIB

Cek Bantuan Jalan, Ganjar Diserbu Emak-emak

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:06 WIB
X