• Senin, 15 Agustus 2022

Gedongan Bergolak Lagi, Segel Kabupaten Dicopot Hanya Bertahan Dua Jam

- Kamis, 30 Juni 2022 | 11:26 WIB
Warga Gedongan saat berdemo ke kantor Bupati Karanganyar pekan lalu.
Warga Gedongan saat berdemo ke kantor Bupati Karanganyar pekan lalu.

SMOL.ID – Upaya masyarakat Gedongan, Colomadu yang menyoal cafe Black Ariont yang menyalahi prosedur sewa tanah kas desa dan digunakan untuk cafe yang diduga menjual miras dan buka sampai dinihari, sia-sia. Meski Satpol PP sudah menyegel tempat tersebut, pada 21 Juni lalu, namun segel hanya bertahan dua jam saja.

‘’Jam 10.00 cafe disegel Satpol PP jam 12.00 sudah dicopot paksa dan malamnya sampai sekarang tetap buka sampai pukul 02.00 dini hari, dan malah menggelar pertunjukan artis dari luar kota dengan pengunjung banyak,’’ kata koordinator Masyarakat Gedongan Bersatu, Bandung Gunadi, Kamis (30/6).

Pekan lalu masyarakat memang melakukan audiensi ke kabupaten menyoal cafe itu. Saat masyarakat audiensi dengan Bupati Juliyatmono, Satpol PP bergerak menyegel cafe tersebut. Selanjutnya pengawasan diserahkan pada masyarakat dengan diberi foto copy SK penutupan.

Bandung Gunadi mengaku tidak habis pikir dengan cafe tersebut. Sebab segel dari kabupaten saja disepelekan. Dan anehnya Satpol PP juga Cuma diam saja melihat kejadian iu. Mustahil Satpol PP tidak mendengar kalau cafe beroperasi lagi.

Warga sebetulnya sudah melaporkan ke Polres Karanganyar ke bagian Intelkam, namun malah dipingpong disuruh lapor ke Reskrim, dan saat ke Reskrim dibilang kalau masalah itu urusannya Intelkam. Gunadi mengaku bingung.

Tapi cafe sempat libur saat Rabu karena ada isu yang berkembang tempat itu akan dioperasi oleh petugas. Karena sudah menjadi isu, akhirnya semalam cafe tutup, namun ternyata operasi tidak jadi dilaksanakan.

Kini warga sepakat akan audiensi ke Polres Selasa pekan depan, dan surat ijin audiensi akan dikirim warga ke Polres Karanganyar pada Jukmat. Warga terus terang semakin jengkel. Menghadapi cafe yang meresahkan saja tidak tuntas-tuntas masalanya. Kabupaten, polisi, Satpol PP mental semua. Warga hanya khawatir generasi muda nanti semakin tidak karu-karuan.

Bupati Juliyatmono saat dimintai konfirmasi kalau kebijakan kabupaten menyegel cafe itu dilecehkan hanya menjawab singkat, masalahnya sudah tidak di tangan kabupaten lagi. Tapi harusnya desa yang turun tangan, dan jika warga tidak bisa menyelesaikan baru minta bantuan kabupaten untuk menyelesaikannya.

Bandung Gunadi semakin bingung dengan pernyataan itu, dia mengaku harus minta tolong pada siapa lagi kalau semua lepas tangan tidak bisa menyelesaikan masalah cafe yang jelas-jelas menjual miras pada pengunjungnya.

Seperti diketahui, cafe ittu dulu bernama Dbrothers. Karena diprotes warga, akhirnya cafe yang dulu beroperasi sebagai night club berubah nama menjadi Black Ariont dengan jam operasi sama sampai jam 02.00 ijinnya.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mr Sarmento Bangun dari Tidur Panjang

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:02 WIB

Bila Dikelola Cagar Budaya Bisa Menghidupi Warga

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:53 WIB

Ribuan Orang Berebut Banyu Enceh

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:28 WIB
X