• Jumat, 7 Oktober 2022

Untuk Deteksi Longsor, UNS Hibahkan Early Warning System ke Karanganyar

- Kamis, 30 Juni 2022 | 11:33 WIB
Sekda Sutarno menerima hibah alat EWS dari Dekan FMIPA UNS Harjonmo PhD.
Sekda Sutarno menerima hibah alat EWS dari Dekan FMIPA UNS Harjonmo PhD.

SMOL.ID - Fakultas MIPA UNS menghibahkan 11 early warning system (EWS) untuk mendeteksi longsor. Alat itu dipasang di 11 lokasi di tujuh desa di lima kecamatan yakni Jatiyoso, Matesih, Karangpandan, Tawangmangu dan Ngargoyoso yang rawan longsong.

Dekan FMIPA Harjono PhD saat menyerahkan hibah alat EWS itu ke Sekda Sutarno didampingi Kepala BPBD Bagus Darmadi mengatakan, alat itu merupakan hasil penelitian lab Optik di Bagian Fisika FMIPA.

‘’Jadi tahun 2021 kami mendapatkan hibah penelitian yang kita teliti soal EWS oleh DR Ahmad Marzuki dari Lab Optik. Dan ini kelanjutan setelah tahun 2019 kitaserahkan hasil hibah penelitian berupa EWS yang inhome, dipasang di dalam rumah, dan waktu itu kita pasang 100 EWS di 11 rumah di desa Koripan, Matesih,’’ kata dia.

Sekarang hasil pengembangan penelitian itu adalah EWS yang dipasang di luar, di desa yang rawan longsor. Jangkauannyalebih luas. Sehingga jika ada tanah bergerak maka penduduk diminta segera mengungsi di tempat yang aman.

Menurut Bagus Darmadi, dengan tambahan 11 alat EWS itu, di Karanganyar sudah terpasang sekitar 30-an EWS di berbagai desa hasil hibah berbagai instansi. Dan sampai saat ini semua masih berfungsi dfan diserahkan ke kades dean camat untuk merawat. Perawatan masih dibantu universitas termasuk UNS.

‘’Tapi meskipun sudah ada alat, kami tetap meminta kewaspadaan masyarakat, apalagi saat cuaca tidak menentu seperti ini. Sekarang panas, mendadak berubah berawan, hujan deras, panas lagi. Semua tidak tentu dan enth sampai kapan. Kita tidak bisa lagi berpatokan pada bulan musim,’’ kata dia.

DR Ahmad Marzuki peneliti yang kepala lab Optik FMIPA UNNS mengatakan, harga satu alat EWS itu relatif tidak mahal, hanya Rp 75 juta satu alat. Sehingga untuk perawatan tidak mahal, dan tidak memberatkan anggaran pemda. Dan UNS tetap akan membantu perawatan tersebut.

Sekda Sutarno mengatakan, alat itu akan efektif jika dirawat dengan baik, sehingga berfungsi baik. Karena itu dia minta camat dan desa untuk menganggarkan perawatan alat EWS itu agar tetap berfungsi. Sebab keberadaan alat itu akan membantu menghindarkan warga dari korban fatal saat terjadi longsor.

Bagus Darmadi menambahkan, alat itu dirancang memiliki jangkauan lebih luas dari yang sudh dipasang indoor. Sehingga diharapkan masyarakat mulai terbiasa untuk mengenali peringatan dini lewat alat itu.

DR Ahmad Marzuki mengatakan, alat itu dirancang memiliki tingkat kepekaan tinggi. Namun tentu saja harapannya tidak untuk main-main karena alat itu bisa bunyi terus jika dibuat mainan seperti dilempar kayu, tanah dan lainnya.(joko dh)

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hakim Sekedar Corong Undang-undang

Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:47 WIB

DPC PDI Perjungan Ucapkan Selamat HUT TNI ke 77

Rabu, 5 Oktober 2022 | 15:24 WIB

PKS DIY Dukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024

Rabu, 5 Oktober 2022 | 13:51 WIB

Kustomfest 2022 Sedot Lebih dari 25 Ribu Pengunjung

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:15 WIB

Guntur Beberkan Indahnya Seni Membatik

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:11 WIB
X