• Jumat, 7 Oktober 2022

Launching Vaksinasi, Bupati Karanganyar Minta Sapi untuk Kurban Tidak Usah Divaksin

- Jumat, 1 Juli 2022 | 12:30 WIB
Vaksinasi sapi di peternakan Ngudi Makmur Popongan menandai dimulainya vaksinasi sapi di Karanganyar..
Vaksinasi sapi di peternakan Ngudi Makmur Popongan menandai dimulainya vaksinasi sapi di Karanganyar..

SMOL.ID – Sungguhpun dari dropping 3.000 vaksin sapi untuk mencegah PMK (penyakit mulut dan kuku) sudah disuntikkan 1.500-an ampul, namun peluncuran resmi vaksinasi sapi baru dilakukan Jumat (1/7) bersamaan dengan Hari Bhayangkara.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Kapolres AKBP Danang Kuswoyo serta Kasdim Mayor Sudarmin serta pejabat Pemkab menyaksikan vaksinasi di kelompok petani sapi Ngudi Rejeki, Popongan. Di sana 40 sapi divaksin. Ada 8 sapi yang dibiarkan tidak divaksin karena sudah laku untuk kurban.

‘’Sapi yang mau disembelih untuk kurban jangan divaksin. Sebab pengaruh vaksin baru terbentuk setelah sebulan. Juga efek gembrebeg pada sapi sampai seminggu pertama masih terasa. Dan sudah pasti vaksin belum sepenuhnya merasuk sehinggamempengaruhi daging, warnanya beda dan sebagainya,’’ kata Bupati.

Baca Juga: Untuk Deteksi Longsor, UNS Hibahkan Early Warning System ke Karanganyar

Karena itu vaksinasi hanya diberikan pada sapi yang masih memiliki hidup lama, tidak segera untuk kurban, tidak segera dijual untuk daging harian. Hanya sapi yang masih mungkin dipelihara lama yang divaksin agar makin sehat.

Kadis Pertanian Siti Maisyaroch menambahkan, untuk sapi yang sakit dipisah dan diobati secara khusus agar sembuh. Vaksin khusus untuk sapi sehat dan dipelihara lama. Untuk sapi kurban dijaga kebersihan kandangnya, makanannya, diberi suplemen herbal bervitamin D, E dn C. Begitu pula sapi bunting, meski vaksin tidak sampai uterus tapi disarankan tidak divaksin.

Ada 71.000-an sapi di Karanganyar, yang terkena sakit PMK hanya 300-an, yang suspect juga 300-an, yang mati lima itupun belum tentu karena PMK. Jadi untuk persediaan kurban yang hanya 1.500-an ekor persediaannya lebih dari cukup. Tidak perlu khawatir.

Bupati Juliyatmono mengajak peternak dan siapapun untuk selalu menyandarkan semua pada Tuhan. Vaksinasi ini hanya upaya ikhtiar insani sebab dengan divaksin itu daya kekebalan sapi akan baik dan sehat. Namun harus ingat pemilik sehat dan sakit itu Allah sehingga yang menentukan Allah.

Karena itu di sela-sela vaksin ingatan kita terus memohon sapi ini sehat dan penyakitnya dicabut oleh Allah. Kita upayakan diberi suplemen herbal, vaksin agar sehat, gemuk dan dijual mahal. Jangan jumawa karena sudah divaksin pasti sehat. Kita hanya berupaya.

Siti Maisyaroch mengatakan, 3.000 vaksin itu adalah dropping pertama dan Distan masih meminta tambahan vaksin. 3.000 vaksin pertama itu harus habis pada 2 juli besok karena kedaluwarsanya 2 juli. Karena itu dua hari ini petugas bekerja keras melakukan vaksinasi.(joko dh)

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Hakim Sekedar Corong Undang-undang

Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:47 WIB

DPC PDI Perjungan Ucapkan Selamat HUT TNI ke 77

Rabu, 5 Oktober 2022 | 15:24 WIB

PKS DIY Dukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024

Rabu, 5 Oktober 2022 | 13:51 WIB

Kustomfest 2022 Sedot Lebih dari 25 Ribu Pengunjung

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:15 WIB

Guntur Beberkan Indahnya Seni Membatik

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:11 WIB
X