• Senin, 15 Agustus 2022

Presiden ACT Akui Lembaga Comot 13,7 Persen Dana yang Terkumpul, Untuk Biaya Operasional

- Selasa, 5 Juli 2022 | 10:20 WIB
Presiden ACT Akui Lembaga Comot 13,7 Persen Dana yang Terkumpul, Untuk Biaya Operasional (Akun Resmi ACT/Pojokmadura)
Presiden ACT Akui Lembaga Comot 13,7 Persen Dana yang Terkumpul, Untuk Biaya Operasional (Akun Resmi ACT/Pojokmadura)

SMOL.ID - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengakui manajemen mencomot 13,7 persen dari dana yang berhasil dikumpulkan. Pemotongan dana itu untuk biaya operasional dan menutup keperluan program ACT.

Ibnu Khajar berpendapat, berdasarkan syariat, lembaga zakat memperbolehkan mengambil seperdelapan atau 12,5 persennya untuk operasional.

"Lantas mengapa mengambil 13,7 persen? Karena yang kami kelola bukan lembaga zakat, apalagi yang dikelola adalah dari donasi umum ada dari masyarakat, CSR, sedekah, dan ada kerja sama dengan amal zakat," jelas Ibnu Khajar, dalam konferensi pers, Senin 4 Juli 2022.

Tingginya alokasi dana operasional itu untuk menutupi distribusi program. 

Sebab, lanjut Ibnu Khajar, ACT memiliki 78 cabang dan perwakilan di lebih dari 47 negara.

Dijelaskan Ibnu, ACT bukan lembaga amil zakat, melainkan di bawah pengawasan Kementerian Sosial.

Baca Juga: Bantah Pemberitaan Majalah Tempo, Presiden ACT Jelaskan Soal Alphard hingga Pajero

ACT tidak mendapat izin langsung dari Kementerian Agama (Kemenag) atau BAZNAS.

"Kami ada di 47 negara menyalurkan bantuan melalui program kesehatan,ekonomi, dan pendidikan," jelasnya.

Sementara mengenai pemberitaan kondisi keuangan ACT saat ini sedang linglung alias buruk, Ibnu Khajar membantahnya.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bambang Pacul: Koalisi Partai Hal Biasa

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:06 WIB

Kementrian ESDM Dorong Program Konversi BBM ke BBG

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:56 WIB
X