• Senin, 15 Agustus 2022

Kementerian LHK dan FISIP UNS Adakan Pasar Ide Menjual Hutan Tanpa Merusak

- Selasa, 5 Juli 2022 | 13:59 WIB
Pembukaan enabler Summit Kementerian LHK di aula FISIP UNS.
Pembukaan enabler Summit Kementerian LHK di aula FISIP UNS.

SMOL.ID – Menjual hutan untuk kesejahteraan rakyat tanpa merusak hutan dan hutan tetap lestari? Itulah Pasar Ideatau Enabler Summit yang digelar dua hari sampai besok oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diikuti 46 peserta dari Sabang, Aceh, hingga merauke dengan kekhasan kondisi sekitarnya.

‘’Mereka itu para peserta enabler summit mengikuti coaching dan pelatihan selama 3 bulan, dan titik akhirnya mereka harus mempresentasikan ide kreatif dan brilian memanfaatkan hutan untuk kesejahteraan rakyat tapi hutannya tetap lestari,’’ kata Drasospolino, Direktur BRPH (Bina Rencana Pengelolaan Hutan) Kementerian KLHK, Selasa (5/7).

Difasilitasi Fisip UNS dengan dekan Prof Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, dia mengatakan, ke-46 peserta itu secara berurutan harus mempresentasikan ide kreatifnya. Bak pasar dimana terdapat jual beli, maka yang bisa menjual idenyadan mendapatkan respon pesertayang terdiri dari pejabat KLHK, akademisi Fisip UNS dan mmahasiswa maka ide merekalah yang paling baik.

Baca Juga: UNS Dorong Pengembangan Tanaman Cokelat di Patuk, Gunung Kidul

Hanya dipilih lima ide brilian tentang hutan yang harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, sekali lagi harus tidak merusak. Kelima finalis itulah yang keluar sebagai peserta terbaik dalam enabler summit tahun 2022 ini.

Drasospolino mengatakan, selama ini hutan seperti hanya terekspos kemanfaatannya dari kayunya saja. Padahal kemanfaatan kayu itu hanya 5 persen saja, yang 95 persen justru nonkayu. Dan itulah yang semestinya harus lebih ditonjolkan dan dieksplorasi.

Dia mencontohkan udara segar di Indonesia, atau dunia, itu karena hutan masih lestari. Kemudian konsep hutan rakyat, hutan yang diatur sela-selanya bisa ditanami empon-empon, hutan wisata dan lainnya, itu sisi lain pemanfaatan hutan.

Dan itulah yang kini dicoba untuk dieksploroleh 46 peserta enabler summit itu tentu memperhatikan kekhasan masyarakat sekitar hutan yang dari Aceh hingga Merauke berbeda-beda situasinya. Dan tentu itu memerlukan ide kreatif yang tidak hanya di angan-angan tapi wujud nyata yang bisa diaplikasikan.

Ditanya soal kemungkinan itu nanti justru membawa kerusakan hutan sebagaimana terjadi saat ini ketika hutan dimanfaatkan untuk dieksplorasi dalam hal lain, Drasospolino mengatakan, kasus negati fdan penyelewengan hanya kasus per kasus yang tidak bisa ditarik menjadi kesimpulan. Karena itu sekali lagi tantangannya adalah menjadikan ide kreatif itu tidak merusak hutan tapi untuk kesejahteraan rakyat.(joko dh)

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bambang Pacul: Koalisi Partai Hal Biasa

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:06 WIB

Kementrian ESDM Dorong Program Konversi BBM ke BBG

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:56 WIB
X