• Senin, 15 Agustus 2022

BNN Tolak Wacana Legalisasi Ganja untuk Medis, Kalau Mau Regulasi

- Selasa, 5 Juli 2022 | 22:33 WIB
BNN Tolak Wacana Legalisasi Ganja untuk Medis, Kalau Mau Regulasi (IST)
BNN Tolak Wacana Legalisasi Ganja untuk Medis, Kalau Mau Regulasi (IST)

SMOL.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) diundang dalam focus group discussion (FGD) 'Urgensi Revisi UU Hukum Acara Perdata dan UU Narkotika' bersama Komisi III DPR RI.

Usai FGD, Direktur Hukum/Plt  Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN Susanto mengatakan, BNN tegas menolak wacana legalisasi ganja.

Menurut Susanto, berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika jenis ganja sama sekali dilarang di Indonesia.

"Kita adalah negara hukum, artinya kita menegakkan hukum-hukum positif. Kalau dalam hukum positifnya terkait pengaturan narkotika ada di UU Nomor 35 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa narkotika golongan 1 tidak diperbolehkan untuk kepentingan obat, dan ganja termasuk ke dalam golongan 1 maka dalam proses penegakan hukum dan hukum positif tidak mungkin untuk dilegalkan," kata Susanto di Jakarta, Selasa 5 Juli 2022.

Baca Juga: Belum Berdampak Positif Bagi Perekonomian, DPR Minta Tol Laut Dievaluasi

Susanto mengatakan dalam FGD itu menghadirkan pengamat hukum Asmin Fransiska dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Pakar itupun tidak serta merta setuju ganja untuk kepentingan medis. Asmin mengusulkan, bukan legalisasi tetapi regulasi.

Susanto lebih cenderung ganja untuk kepentingan medis diatur dalam regulasi dan bukan dilegalisasi.

Dalam FGD bertema RUU tentang perubahan kedua atas UU Nomor 35 Tahun 2009, Dekan Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Asmin Fransiska meminta semua pihak untuk berhati-hati dalam kata legalisasi, mengingat dalam kebijakan narkotika secara umum terdapat tahapan-tahapan.

Tahapan pertama adalah kriminalisasi yang sekarang sedang terjadi di Indonesia. Kedua adalah dekriminalisasi, di mana mengeluarkan aspek-aspek penghukuman bagi pengguna narkotika untuk kepentingan sendiri ataupun orang lain dalam kapasitas tertentu.

Tahapan berikutnya adalah regulasi. Banyak negara melakukan kontrol terhadap penggunaan secara berlebihan (overused), ataupun semacam euforia pada saat legalisasi narkotika, melalui regulasi.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bambang Pacul: Koalisi Partai Hal Biasa

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:06 WIB

Kementrian ESDM Dorong Program Konversi BBM ke BBG

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:56 WIB
X