• Minggu, 25 September 2022

Dari Etnik Hingga Busana Androgini dalam Panggung Semarang Fashion Trend 2022

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:31 WIB
Hesti Zube. (Tia Chasmani)
Hesti Zube. (Tia Chasmani)

SMOL.ID - Acara yang sangat ditunggu-tunggu para pecinta mode baru saja berlangsung selama tiga hari berturut-turut, 4-6/8. Apa itu? Semarang Fashion Trend 2022 yang memuaskan mata para pecinta fesyen melalui tren mode dunia yang dihadirkan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter bekerjasama dengan BBPVP Semarang.

Bertempat di Runway Hall Gedung BBPVP Semarang, acara ini menghadirkan ratusan pelaku fesyen dari Jawa Tengah dan beberapa kota lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Solo dan Malang. Yang membuatnya berbeda adalah keikutsertaan yang tidak hanya berasal dari para desainer fesyen atau pemilik brand fesyen, namun juga peserta didik dari SMK, sekolah mode, dan mahasiswa. Tidak ketinggalan, mereka juga mengadakan kompetisi desain busana, Semarang Fashion Trend Competition.

 

Semarang sebagai salah satu kota mode Indonesia, ingin mengangkat Warisan Nusantara (Wastra) Jawa Tengah menjadi busana high fashion yang sejajar dengan tren mode internasional. Selain itu, acara ini juga memberikan acuan mode yang akan tren tahun 2023, melalui seminar dan talkshow “Trend Forecasting” yang akan diselenggarakan pada Sabtu (6/8).

Secara garis besar, tren fesyen yang disampaikan mengacu pada tema besar Trend Forecasting 2023/2024 yakni “Co-Esist”, yang merupakan konsep bertahan hidup dengan tetap optimis dan kreatif dari apa yang kita miliki. Hal ini juga mengacu pada konsep hidup yang dekat dengan alam serta kepekaan akan saling berbagi yang kuat.

Hannie Hananto. (Tia Chasmani)

Nah, implikasinya pada fesyen adalah bagaimana pelaku fesyen bisa sekreatif mungkin berkarya meski dengan berbagai faktor keterbatasan. Serta memasukkan prinsip sustainable dalam karyanya. Baik dari segi menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, pewarna alam, minim limbah, atau memberdayakan para pengrajin dari material yang dipakai menjadi sebuah busana.

Nah, fesyen show-nya sendiri dibagi 3 sesi selama 3 hari berturut-turut. Pada hari pembukaan yang turut diresmikan oleh Siti Atikoh Ganjar Pranowo, dibuka dengan show dari Salatiga Carnival yang kemudian disusul LNC by BBPVP dan 16 orang desainer yang tergabung dalam IFC Semarang Chapter. Pada fashion parade I yang berlangsung pada pukul 16.30, diisi oleh peserta didik dari beberapa SMK di Jawa Tengah, Malang, dan Palembang, sekolah mode Susan Budihardjo, dan mahasiswa UNNES.

Pada malam hari, tepatnya pukul 19.00, fashion parade diisi beberapa desainer yakni Tuty Adib, Hannie Hananto, Pinky Hendarto, Andy Sugix, Devy Ros, Inge Chu, Olif Kinanti, Sudarna Suwarsa, Aldre Indrayana, Elkana Gunawan feat. Seven Noe, dan Bramanta Wijaya.

Pinky Hendarto. (Tia Chasmani)

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lomba Perahu Hias Nelayan

Sabtu, 17 September 2022 | 20:52 WIB

Hendi Kawal Penyaluran BLT BBM di Kota Semarang

Rabu, 14 September 2022 | 21:01 WIB
X