• Senin, 8 Agustus 2022

Kemlu Minta Kominfo Take Down Iklan Lowongan Kerja Palsu di Kamboja yang Marak di Media Sosial

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:03 WIB
Kemlu Minta Kominfo Take Down Iklan Lowongan Kerja Palsu di Kamboja yang Marak di Media Sosial (IST)
Kemlu Minta Kominfo Take Down Iklan Lowongan Kerja Palsu di Kamboja yang Marak di Media Sosial (IST)

 

SMOL.ID - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI masih melihat banyak iklan lowongan pekerjaan perusahaan investasi palsu di Kamboja beredar secara online di berbagai platform media sosial.

Berdasarkan pemantauan, iklan-iklan penipuan kerja di Kamboja itu masih beredar di sejumlah platform media sosial dikhawatirkan menarik keinginan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di sana.

Kementerian Komunikasi dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) diminta segera memblokir atau memutus akses iklan-ikan tersebut.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengatakan pihaknya bersama Polri masih menemukan sejumlah akun media sosial yang menawarkan lowongan kerja di perusahaan online berkedok investasi di Kamboja.

Baca Juga: Terkendala Pernerbangan, Pemulangan WNI Korban Penyekapan di Kamboja Bertahap

Pihak Kemlu akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk melakukan pemutusan akses atau take down, terhadap berbagai akun yang menawarkan lowongan kerja tersebut.

“Kami telah membahas dengan pihak Polri dan juga akan disampaikan kepada pihak Kemenkominfo agar akun-akun tersebut dapat di-take down dan kemudian kami bisa melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” kata Judha, Jumat 5 Agustus 2022.

Berulangnya kasus penipuan kerja yang menimpa WNI sejak 2021 itu, dikatakan Judha, dapat dicegah dengan bersikap teliti terhadap berbagai tawaran kerja ke luar negeri yang disampaikan dengan berbagai modus.

“Kepada para perekrut menjanjikan tawaran pekerjaan ke luar negeri melalui media sosial dengan gaji yang fantastis. Kami tidak bisa melakukan cross check (pemeriksaan kembali) terhadap kredibilitas perusahaan. Lowongan pekerjaan tersebut tidak meminta kualifikasi yang tinggi dan kemudian mereka berangkat menggunakan visa kunjungan wisata dan bukan visa kerja,” paparnya.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X