• Selasa, 27 September 2022

Mahfud MD Sebut Selain Pelanggaran Etik, Ambil CCTV di TKP Tewasnya Brigadir J Juga Bisa Dipidana

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:28 WIB
Mahfud MD Sebut Selain Pelanggaran Etik, Ambil CCTV di TKP Juga Bisa Dipidana (IST)
Mahfud MD Sebut Selain Pelanggaran Etik, Ambil CCTV di TKP Juga Bisa Dipidana (IST)

SMOL.ID - Dalam kasus kematian Brigadir Nofriasyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, CCTV di sekitar lokasi sempat dinyatakan hilang.

Menurut keterangan sejumlah saksi setelah kejadian penembakan Brigadir J, CCTV itu diambil oleh sekelompok orang tidak berseragam diduga anggota kepolisian.

Padahal pengambilan CCTV tanpa izin dan maksud yang jelas di TKP seperti kasus Brigadir J adalah pelanggaran etik dan juga bisa dipidanakan.

Menko Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud Md mengatakan, pengambilan CCTV dari TKP tewasnya Brigadir J bisa termasuk melanggar kode etik dan pelanggaran pidana.

Baca Juga: Kasus Brigadir J, Dugaan Pelanggaran Etik dan Pidana Ferdy Sambo Bisa Diusut Bareng

Pengambilan CCTV di lokasi itu bisa masuk pelanggaran etik dan juga pidana. Sebab, hukum formal kristalisasi dari moral dan etika.

"Jadi pengambilan CCTV itu bisa melanggar etik karena tidak cermat atau tidak profesional dan sekaligus bisa pelanggaran pidana karena obstruction of justice (tindakan menghalang-halangi)," jelasnya.

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan, mengenai proses pengusutan etik dan pidana. Kedua jalur pengusutan tersebut bisa dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga: Didampingi Kuasa Hukum Baru, Bharada E Ajukan Justice Collaborator Kasus Brigadir J

"Ya, karena sanksi etik bukan diputus oleh hakim dan bukan hukuman pidana melainkan sanksi administratif seperti pemecatan, penurunan pangkat, teguran, dan lain-lain," terangnya.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X