• Selasa, 27 September 2022

Bila Dikelola Cagar Budaya Bisa Menghidupi Warga

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:53 WIB
Budayawan asli Kotagede, Drs. Achmad Charris Zubair, M.A, pada perbincangan dengan host Podcast Kutunggu di Pojok Ngasem Universitas Widya Mataram (UWM), Puji Qomariyah, S.Sos. (Foto : Smol.id/dok)
Budayawan asli Kotagede, Drs. Achmad Charris Zubair, M.A, pada perbincangan dengan host Podcast Kutunggu di Pojok Ngasem Universitas Widya Mataram (UWM), Puji Qomariyah, S.Sos. (Foto : Smol.id/dok)

SMOL.ID - Sebagai Kota Budaya, Yogyakarta banyak memiliki peninggalan cagar budaya yang bernilai tinggi. Sayangnya dari sekian cagar budaya itu, ada yang terawat tapi ada juga yang tidak terawat.

Seperti Kotagede, misalnya. Sebagai kota tua di Yogyakarta, tentunya Kotagede memiliki peninggalan cagar budaya yang sangat bernilai tinggi. Namun kini tinggal bekasnya di tengah warga yang tinggal disana.

Padahal peninggalan sejarah itu, menurut Budayawan asli Kotagede, Drs. Achmad Charris Zubair, M.A, selalu bersinggungan dengan serangkaian tradisi besar di Nusantara.

Baca Juga: Visi dan Misi Gubernur DIY 2022-2027: Prioritaskan Bangun Kawasan Selatan

Mulai dari Kerajaan Majapahit, Demak, Pajang, dan Kesultanan Mataram, harus terawat dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat dari segi nilai sosial, ekonomi, dan budaya.

Seperti disampaikan budayawan asli Kotagede, Drs. Achmad Charris Zubair, M.A menyatakan, Kotagede dengan keindahan cagar budaya dan kotanya pernah dinobatkan sebagai terindah di Asia oleh Cable News Network (CNN) Internasional.

Kota ini disejajarkan dengan Hoi An (Vietnam), Yufuin (Jepang), George Town (Malaysia), City of Vigan (Filipina), Luang Prabang (Laos), Kampot (Kamboja), Galle (Sri Lanka), Zhouzhuang (China), Mawlynnong, (India), Ghandruk (Nepal), Sai Kung (Hong Kong), dan Phuket Town (Thailand).

Hal itu disampaikan dalam perbincangan dengan host Podcast Kutunggu di Pojok Ngasem Universitas Widya Mataram (UWM), Puji Qomariyah, S.Sos, Jumat, 12 Agustus 2022.

Baca Juga: DPRD DIY Desak Pemda Percepat Akses Vaksinasi Booster Bagi Warga

Lebih lanjut Achmad Charris Zubair, M.A menyatakan, dinamika sosial, ekonomi, budaya kontemporer di Kotagede dan kota-kota lain di Yogyakarta mendorong perubahan tertentu, baik dari segi fungsi bangunan maupun perubahan penggunaan cagar budaya.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Asosiasi PHRD Jateng Adakan Talk Show di Saloka Park

Selasa, 27 September 2022 | 17:27 WIB

Ganjar Ajak Mahasiswa Dampingi Pembagian Bantuan

Selasa, 27 September 2022 | 15:17 WIB

Yogyakarta Bakal Banyak Melahirkan Pemimpin Bangsa

Senin, 26 September 2022 | 20:43 WIB

Tuntutan Jaksa Tidak Menggambarkan Fakta Persidangan

Senin, 26 September 2022 | 20:41 WIB
X