• Selasa, 27 September 2022

Meriahnya Gamelan Kolosal, Ribuan Orang Njaran Bareng Seniman Desa di Simpang Lima

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:43 WIB
Meriahnya Gamelan Kolosal, Ribuan Orang Njaran Bareng Seniman Desa di Simpang Lima.
Meriahnya Gamelan Kolosal, Ribuan Orang Njaran Bareng Seniman Desa di Simpang Lima.

SMOL.ID - Ribuan orang tumplek blek di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang, Minggu (14/8) pagi. Dengan antusias, mereka menyaksikan pertunjukan spektakuler seni tradisional jaranan dan gending-gending Jawa bertajuk Gamelan Kolosal yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Tengah itu.

Sebanyak 1.050 seniman jaranan dan pengrawit datang dari berbagai desa di Jawa Tengah. Mereka tampil memesona dan berhasil menyihir warga yang asyik mengikuti Car Free Day (CFD) di kawasan itu. Pertunjukan yang tak biasa tersebut sontak membuat ribuan masyarakat menghentikan aktifitas CFD dan mengabadikan moment itu dengan kamera masing-masing.

Tak hanya menyaksikan, masyarakat juga ikut menari bersama penari jaranan. Awalnya hanya satu atau dua orang. Namun lama-lama, yang ikut menari semakin banyak saja. Jadilah sebuah pertunjukan flashmob tari Jaranan yang begitu memesona di sepanjang Simpang Lima. Ada dari seniman jaranan, masyarakat dan para siswa SMA/SMK negeri di Jateng.

Baca Juga: Rapsodia Nusantara Meriah, Ganjar: Kita Tunjukkan Pentingnya Persatuan Melalui Kolaborasi Ini

"Asyik banget bisa flashmob bareng tari jaranan. Seru dan menarik, karena jarang-jarang di Simpang Lima ada parade seni tradisional seperti ini. Biasanya kan band-band atau tarian populer lain," kata Alfie,30, salah satu warga yang ikut menari bareng.

Alfie mengaku cukup kesulitan menirukan gerakan-gerakan para penari jaranan. Meski begitu, ia tetap antusias dan menari dengan asyiknya bersama teman-teman.

"Ya agak kesulitan, karena jarang menari tradisional. Tapi seru, karena bareng-bareng semua ikut nari. Harapannya sering diadakan acara semacam ini, karena ini bagian dari mengenalkan dan melestarikan budaya tradisional. Kita harus bangga pada budaya bangsa," jelasnya.

Tak hanya masyarakat, para seniman yang notabene adalah seniman desa juga begitu bangga bisa tampil di Simpang Lima. Mereka tak menyangka, antusias masyarakat pada seni tradisional masih begitu tinggi.

"Rasanya bangga, seneng dan terharu sekali. Grogi juga, karena tampil ditonton banyak orang seperti ini. Melihat masyarakat ikut nari bersama, rasanya terharu karena mereka masih cinta pada kesenian tradisional. Semoga kesenian tradisional Jateng dan Indonesia semakin maju," kata Anin,20, penari jaranan asal group Setuo Lawang Budoyo Wonosobo.

Diantara para penari, hadir pula istri Gubernur Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo. Atikoh bahkan ikut juga menari jaranan dengan semangatnya.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar Ajak Mahasiswa Dampingi Pembagian Bantuan

Selasa, 27 September 2022 | 15:17 WIB

Yogyakarta Bakal Banyak Melahirkan Pemimpin Bangsa

Senin, 26 September 2022 | 20:43 WIB

Tuntutan Jaksa Tidak Menggambarkan Fakta Persidangan

Senin, 26 September 2022 | 20:41 WIB
X