• Sabtu, 10 Desember 2022

Tim Dokter Forensik Akui Dua Jari Brigadir J Patah 'Tersambar' Lintasan Peluru

- Senin, 22 Agustus 2022 | 22:11 WIB
Tim Dokter Forensik Akui Dua Jari Brigadir J Patah 'Tersambar' Lintasan Peluru (Ilustrasi autopsi)
Tim Dokter Forensik Akui Dua Jari Brigadir J Patah 'Tersambar' Lintasan Peluru (Ilustrasi autopsi)

SMOL.ID - Tim Dokter Forensik Gabungan mengakui ada dua jari Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J patah tulang.

Dari hasil analisa dan pemeriksaan, patah tulang dua jari yakni kelingking dan jari manis tangan kiri Brigadir J disebabkan oleh lintasan peluru senjata api.

Ketua Tim Forensik Gabungan dr Ade Firmansyah menyebutkan terlihat sekali dengan jelas jari Brigadir J terkena lintasan peluru yang dikeluarkan dari senjata api.

"Jelas sekali peluru keluar mengenai jarinya. Jadi itu memang alur lintasan, kalau bahasa awamnya mungkin tersambar ya seperti itu," kata dr Ade Firmansyah, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin 22 Agustus 2022.

Tetapi Ade Firmansyah tidak bisa menggambarkan saat dalam posisi apa, jari Brigadir J tersambar peluru dari senjata api.

Baca Juga: Dokter Forensik Pastikan Organ Tubuh Brigadir J Tidak Ada yang Hilang

Patahnya dua jadi Brigadir J bisa juga karena sedang berusaha berlindung atau memang benar tersambar peluru yang melintas.

"Kalau melindungi diri atau nggak, saya nggak tahu. Tapi memang sesuai analisa kami terkait anak lintasan anak peluru itu juga memang sesuai dengan arahan lintasannya ketika keluar dari tubuh tersebut," ujarnya.

Tim Dokter Forensik Gabungan menemukan luka fatal di tubuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J akibat tembakan senjata api. Dua Luka fatal diantara 5 luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Ade Firmansyah saat mengumumkan hasil autopsi ulang Brigadir J mengataka, ada lima luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X