• Rabu, 30 November 2022

Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Tabloid 'Mengapa Harus Anies'

- Selasa, 27 September 2022 | 18:50 WIB
Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Tabloid 'Mengapa Harus Anies' (Ilustrasi)
Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Tabloid 'Mengapa Harus Anies' (Ilustrasi)

SMOL.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait beredarnya tabloid 'Mengapa Harus Anies' ke masjid dan pasar tradisional di Malang.

Tabloid 'Mengapa Harus Anies' yang beredar di masjid dan pasar tradisional di Malang Jawa Timur (Jatim) dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi.

Anies Baswedan dilaporan ke Bawaslu atas dugaan kampanye trselubung melalui taboid 'Mengapas Harus Anies' yang beredar di masjid dan pasar tradisional di Malang Jawa Timur.

Menanggapi laporan ke Bawaslu, Anies Baswedan balik bertanya, "Memang ada laporan itu?" kata Anies, di Balai Kota Jakarta, Selasa 27 September 2022.

Setelah itu, Anies Baswedan mengatakan, tidak memikirkan laporan tersebut.

Baca Juga: Penjelasan Relawan Soal Tabloid Anies Baswedan Masuk Masjid: Kreatifitas Gerakan Arus Bawah

"Saya ngurusin Jakarta dulu deh, ntar dulu deh, belum ngurusin yang lain," kata Anies.

Sebelumnya, Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi (Kornas PD) Miartiko Gea melaporkan beredarnya tabloid 'Mengapa Harus Anies?' yang beredar di Malang, Jawa Timur.

"Tentu kami melihat bahwa ini menjadi salah satu poin pelanggaran karena tahapan pemilu kan sudah mau mulai nih, tahapan pemilu sudah mulai maka kami dari Kornas PD, Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi menganggap bahwa ini masuk kategori pelanggaran pemilu. Lalu kami melaporkan ke Bawaslu RI untuk mulai diproses," ujar Miartiko.

"Poin penting yang mau kami sampaikan adalah bagaimana ke depan dalam menghadapi kontestasi politik kemudian politik identitas ini tidak dimainkan lagi, karena ini akan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, terjadi keterbelahan di tengah-tengah masyarakat. Ini kan menjadi ancaman disintegritas bangsa, nah kemudian harusnya politik-politik harus lebih beradab ya lebih etis, jangan kemudian melakukan pelanggaran-pelanggaran yang menimbulkan perpecahan bangsa," tambahnya.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6O Perempuan Raih 'Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2022'

Selasa, 29 November 2022 | 14:45 WIB

Menyoal Pro-Kontra RUU Kesehatan Omnibus Law

Senin, 28 November 2022 | 21:04 WIB
X