• Rabu, 30 November 2022

Buka Pameran Batik, Ganjar: Pekalongan Harus Jadi Pusat Batik Dunia

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:28 WIB
Buka Pameran Batik, Ganjar: Pekalongan Harus Jadi Pusat Batik Dunia.
Buka Pameran Batik, Ganjar: Pekalongan Harus Jadi Pusat Batik Dunia.

SMOL.ID - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap Kota Pekalongan menjadi pusat batik dunia. Semua hal tentang batik dapat ditemukan di satu kota ini, mulai dari tempat belajar, membatik, sampai menjual batik.

"Saya berharap Kota Pekalongan bisa menjadi pusat batik dunia dengan harapan mau belajar apa saja ada. Belajar membatik datang ke sini, mendesain datang ke sini, melihat sejarah ada di sini, termasuk ketika mau kulakan juga ke sini, sehingga all about batik ada di Pekalongan," kata Ganjar usai membuka Pameran Batik Nusantara 2022 di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Rabu (5/10/2022).

Menurut Ganjar potensi untuk menjadi pusat batik dunia sudah dimiliki oleh Kota Pekalongan yang memang mendapat julukan Kota Batik. Sebab ada sekitar 47 ribu pembatik dengan 101 sentra batik. Pameran Batik Nusantara itu juga menjadi momentum untuk menciptakan pusat batik dunia di Pekalongan.

Baca Juga: Senangnya Petani Srinuk Usai Berasnya Dipopulerkan Ganjar

"Kita musti dorong. Laporan dari Dinas Koperasi dan UMKM ada 47 ribu pembatik dengan 101 sentra batik. Maka fasilitasi dari pemerintah menjadi penting agar harapan itu terwujud," jelas Ganjar yang hadir dalam pembukaan pameran batik bersama istri, Siti Atikoh.

Di tengah perkembangan zaman ini, Ganjar juga mengajak para pembatik untuk memanfaatkan teknologi. Sekarang ini teknologi sudah banyak ditemukan, baik untuk desain maupun produksi batik. Tentu saja dengan tidak meninggalkan batik yang dibuat dengan canting karena value-nya juga sangat tinggi.

"Suka tidak suka, mau tidak mau, kita musti bergeser. Kita akan mendampingi mereka yang punya bakat membatik dan mendesain batik untuk menggunakan teknologi apa pun karena sekarang ini banyak sekali," katanya.

Selain penghuni teknologi, Ganjar juga mengajar para penjual batik untuk mulai memasarkan produk melalui digital. Untuk hal ini tentu harus ada perbaikan dan inovasi desain dan cara pemasaran.

Baca Juga: Bertemu Dubes Uni Eropa, Ganjar Pranowo Ajak Investasi di Jateng

"Kita musti masuk ke dunia digital, pemasarannya harus mulai pakai digital. Maka desain harus diperbaiki, cara menampilkan produk juga harus dengan foto yang bagus. Ini harus dilatih," ungkap Ganjar.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tata Kelola Kelapa Sawit, Perlu Dukungan Pemerintah

Selasa, 29 November 2022 | 18:45 WIB

UMP DIY 2023 Naik 7,65 Persen

Senin, 28 November 2022 | 19:20 WIB
X