• Minggu, 5 Februari 2023

KUPI Resmi di Buka, Wapres Maruf Amin Sampaikan pentingnya peran Ulama Perempuan

- Kamis, 24 November 2022 | 13:20 WIB
suasana perhelatan upacara pembukaan kongres ulama perempuan 24/11 di Kampus 3 UIN Walisongo
suasana perhelatan upacara pembukaan kongres ulama perempuan 24/11 di Kampus 3 UIN Walisongo

SMOL.ID - Kongres Ulama Perempuan (KUPI) II dan Konferensi Internasional bertemakan “Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Peradaban” yang Berkeadilan resmi di buka oleh wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.

Acara tersebut diiringi tabuhan Rebana oleh wakil Gubernur (Wagub) Jawa tengah Taj Yasin, Rektor UIN Walisongo Imam Taufik , Ketua Steering Committe (SC) Badriyah Fayumi, dan perwakilan dari Aliansi Mayarakat Adat Nusantara (AMAN) Dwi Rubianti Kholifah, di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Rabu 23 Nopember 2022.

Baca Juga: Adakan Stadium Generale Trees for Life, UIN Walisongo Kerjasama dengan Djarum Foundations

Alasan perhelatan KUPI di laksanakan di PTKIN dan pondok Pesantren (ponpes) yaitu kampus menjadi ruang pertama perempuan melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, kemudian pondok pesantren merupakan tempat pendidikan agama, dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

"Alasan KUPI dilaksanakan di kampus dan pesantren karena 2 tempat tersebut adalah pilar penting perempuan dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dakwah, pemberdayaan dan pengabdian masyarakat," Tutur Badriyah Fayumi dalam sambutan pembukaan KUPI.

KUPI bertujuan merumuskan strategi pemikiran, langkah-langkah dan visi keislaman, ke Indonesiaan, kemanusiaan, dan kebangsaan agar dilaksanakan para ulama perempuan di tempat pengabdian masing-masing guna mewujudkan peradaban yang berkeadilan.

Baca Juga: Planetarium UIN Walisongo Semarang Gelar Pertunjukan Spesial Gerhana Bulan

"KUPI menjadi ruang bersama untuk menciptakan pemikiran agar di implementasikan oleh organisasi Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, Perguruan tinggi, dan Ulama untuk mewujudkan peradaban yang berkeadilan," terang Badriyah.

Peran ulama perempuan dinilai penting guna menciptakan semangat keislaman, nasionalisme dan integritas seiring dengan tantangan kehidupan di era modern, baik dalam menopang keluarga maupun mengisi ruang publik.

Halaman:

Editor: Syadza Haniya Anwar

Artikel Terkait

Terkini

X