• Minggu, 5 Februari 2023

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Ajak Selesaikan Stunting di Indonesia

- Senin, 23 Januari 2023 | 20:26 WIB
Kepala BKKBN, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo. (Foto : Smol.id/dok)
Kepala BKKBN, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo. (Foto : Smol.id/dok)

SMOL.ID - Kasus gangguan emosi pada remaja, yang disebut "setengah kopling" penting jadi perhatian agar adanya bonus demografi Indonesia bisa benar-benar mewujudkan target pencapaian Indonesia Emas pada 2045.

Berkaitan dengan itu, maka Kepala BKKBN Dr (HC), dr Hasto Wardoyo mengajak, seluruh pihak untuk bersama melangkah, bergotong royong mengatasi kondisi mental emotional dissorder di Indonesia agar kualitas kesehatan hidup masyarakat lebih baik

Masalah ini penting jadi perhatian, karena angka stunting 24,4 persen di Indonesia perlu menjadi perhatian semua sebab pada tahun 2022 bisa turun 21 persen. Diharapkan, ke depan bisa turun lebih lagi.

''Oleh karena itu, kondisi remaja ada yang setengah kopling, fenomena klithih dan lain-lain penting perlu segera diatasi bersama-sama," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN, Senin, 23 Januari 2023.

Mengutip data yang ada, lanjut Hasto, kondisi setengah kopling ini angkanya 6,9 persen di 2013 menjadi 9,8 persen di 2018. Kondisi remaja dengan gangguan mental kalau diajak kerja itu sulit, diserahi tanggung jawab seenaknya sendiri, bekerja kantoran seenaknya sendiri, sering bolos.

"Kalau diskusi mau menang sendiri, ada yang model begini bikin kacau situasi. Ada kondisi mental emotional dissorder, kala jadi Bupati saya sudah hapal bagaimana yang model begini,'' ujarnya.

Di Kulonprogo, menurut dia, setiap 100 ada 4-5 orang yang alami hal ini. Kalau diberikan pekerjaan tidak selesai, kalau minta ijin seminggu bisa berlangsung dua minggu.

Orang dengan mental emotional dissorder ini njelehi, kalau ada orang begini bikin mumet. Kalau tidak ada malah enak, jadi kalau ada arisan PKK cerita saja tentang dirinya. Semua hal disampaikan soal anaknya, suaminya dan dirinya. kalau ada yang seperti ini, angel diatur, sulit diaturnya.

"Napza, ODGJ naik kalau alami kondisi begini. hal yang bikin sedih, DIY dan DI Aceh alami kondisi ini yang paling tinggi 7 per seribu penduduk," ujar Hasto Wardoyo, mantan Bupati Kulonprogo.

Langkah parenting atau pola pengasuhan anak yang baik disertai gizi yang cukup penting diberikan. Penciptaan kondisi lingkungan sosial beri dukungan, keberadaan jamban bersih, lokasinya septik tank berjarak cukup dengan sumber air (sumur) antar rumah tangga, atau ada IPAL bersama lebih baik di perkotaan sangat penting.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Pelanggan KAI Access Berkesempatan Umroh Gratis

Jumat, 3 Februari 2023 | 20:14 WIB
X