• Minggu, 29 Januari 2023

Gembira Loka Zoo Raih Akreditasi Sangat Baik dari Kementrian LHK

- Rabu, 25 Januari 2023 | 15:10 WIB
Direktur Utama GL Zoo, KMT A Tirtodiprojo (Joko Tirtono) di kebun binatang setempat. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)
Direktur Utama GL Zoo, KMT A Tirtodiprojo (Joko Tirtono) di kebun binatang setempat. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)


SMOL.ID - Gembira Loka Zoo (GL Zoo), raih akreditasi sangat baik (A) dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Bagi GL Zoo ini merupakan langkah awal yang cukup baik, dalam mengelola kebun binatang terbesar di Jateng dan DIY.

Dalam penilaian GL Zoo mendapat nilai 84,47 sekaligus tertinggi di Indonesia, setelah dilakukan penilaian secara langsung pada akhir 2022 lalu dan akan berlaku hingga lima tahun ke depan.

''Terimakasih kami mendapat akreditasi sangat baik dari KLHK,'' ujar Direktur Utama GL Zoo, KMT A Tirtodiprojo (Joko Tirtono) di kebun binatang setempat, Rabu, 25 Januari 2023.

Lebih lanjut Pak Joko, sapaan akrab KMT A Tirtodiprojo mengatakan, pada tahun 2022 dari total 49 anggota tetap Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) baru ada 5 yang siap untuk dinilai oleh KLHK.

Dari lima tersebut, GL Zoo menjadi salah satu yang turut dalam penilaian dan mendapat nilai tertinggi yakni 84,47. Untuk yang lain, lanjut dia, ia belum tahu tapi yang jelas nilai ini merupakan nilai tertinggi.

Hal itu menunjukan, saat ini Gembira Loka Zoo sebagai satu-satunya kebun binatang yang mendapatkan akreditasi sangat baik di Indonesia. Apalagi penilaiannya tidak main-main hampir semua dinilai, dari perawatan binatang dan sebagainya.

Sistem penilaian sesuai dengan Pedoman Penilaian Lembaga Konservasi, yang meliputi tujuh komponen, yaitu Administrasi dan Fasilitas Pengelolaan, Pengelolaan Satwa, Kesehatan Satwa, Fasilitas Pengunjung, Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan (Sustainability).

Setelah 11 tahun tidak melakukan penilaian, tahun 2022 lalu Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengadakan penilaian.

Lembaga konservasi, menurut Pak Joko, terbagi menjadi dua kepentingan, yaitu umum dan khusus. Lembaga konservasi umum sendiri terdiri dari beberapa kategori, di antaranya Taman Safari, Kebun Binatang, dan Taman Satwa.

Perbedaan di antara ketiganya, terletak dalam keluasan wilayah. Tempat pemeliharaan satwa disebut taman safari apabila luasan lahan minimal 50 hektar, kebun binatang minimal seluas 15 hektar, dan taman satwa minimal seluas 2 hektar.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bulan Depan DIY Mulai Panen Raya Padi

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:00 WIB

Pencemaran Makanan Mempengaruhi Pertumbuhan Anak

Jumat, 27 Januari 2023 | 19:59 WIB

Soal Sekda Pengganti Sutarno, Ada di Tangan Bupati

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:07 WIB
X