Soal Biaya Haji 2023, Rektor UIN Saizu: Jangan Pakai Kacamata Suudzon

- Rabu, 25 Januari 2023 | 20:39 WIB
Prof Dr Moh Roqib.
Prof Dr Moh Roqib.

SMOL.id - Usulan biaya haji tahun 2023 oleh kementerian agama dinilai wajar dan rasional. Pasalnya, karena biaya tersebut sudah kalkulatif dan berbasis angka. Kemenag RI sudah melakukan hitungan juga pertimbangan matang yang dipertanggungjawabkan.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Syaifudin Zuhri (Saizu) Purwokerto, Prof Dr Moh Roqib, Rabu (25/1). Menurutnya, semua pihak terkait harus pakai kaca mata dan frekuensi sama sebelum berpendapat.

"Sangat disayangkan, kebanyakan komentar justru lebih mengedepankan dzan atau prasangka. Mestinya usul biaya haji dikaji dengan rasional, bukan perasaan apalagi kaca mata suudzon," katanya kepada wartawan di kantornnya Jalan A Yani, Purwokerto.

Baca Juga: Soal BPIH 2023, Rektor UIN Walisongo: untuk Kemaslahatan Jamaah Haji

Fakta lain, kata Roqib, sejumlah negara juga menaikkan penyesuaian biaya ibadah haji. Uzbekistan, Pakistan, Malaysia, Qatar, dan beberapa negara lainnya. Faktor utama kenaikan biaya adalah inflasi ekonomi global, pajak, nilai tukar mata uang, biaya penerbangan, dan harga akomodasi (hotel) di Makkah dan Madinah.

"Kemenag RI sangat jelas, sudah melakukan kajian menyeluruh segala aspek. Ini bicara jangka panjang dan strategis. Tidak ada niat membebani masyarakat," tandasnya lagi.

Meributkan hal yang tidak substansi, kata Roqib dalam istilah Banyumasan adalah ‘’geger mower’’ atau ‘’geger genjik’’. Kondisi itu menurutnya tidak baik karena berpotensi menghilangkan inti pembahasan.

Hal itu, persis seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, Selasa (24/1) di Jakarta. Menurutnya, soal biaya haji 2023 masih dalam pembahasan. Sayangnya, kata dia, belum final tapi sudah ramai duluan.

"Contoh. Jangan lupa, ibadah haji pascapandemi, Gus Menag diapresiasi banyak pihak dan baik. Tahun 2023, juga jelas komitmen Gus Mentri bahwa penyelenggaraan haji harus lebih baik lagi," kata Roqib mengingatkan publik.

Sebagaimana diberitakan, sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Agama mengusulkan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi sebesar Rp 69.193.733 per orang. Biaya tersebut lebih tinggi dari BPIH tahun 2022 yang ditetapkan sebesar Rp 39.886.009 per orang.

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HCB Deklarasi Maju Caketum PWI 2023 di Arena HPN

Rabu, 8 Februari 2023 | 16:11 WIB
X