Bus Low Deck Sangat Dibutuhkan Kaum Difabel

- Senin, 11 November 2019 | 08:59 WIB
bus lowdeck
bus lowdeck

Oleh: Theresia Tarigan *) SMOL.id - Bus low deck sangat diperlukan karena sesuai dengan Permenhub PM No 98/2017 untuk mobilitas masyarakat berkebutuhan khusus baik sahabat difabel, manula, ibu hamil, ibu menggendong anak, dan anak-anak.
-
Bus low deck akan mencegah penumpang yang banyak terpeleset saat turun maupun naik bus Trans Semarang. Dengan bus low deck akan menambah kenyamanan dan waktu yang diperlukan untuk naik dan turun penumpang. Semoga segera dapat diupayakan peremajaan bus Trans Semarang menjadi low deck sehingga paling tidak sementara ini sudah ada kombinasi low deck dan bus tinggi. Pengadaan bus low deck idealnya oleh operator Trans Semarang dari pembayaran layanan per km yang mencukupi untuk memenuhi spec wajib yaitu bus low deck jaminan mutu Mercedez Benz.
-
Bus sudah rendah namun jangan lupa penyediaan ramp untuk kursi roda dapat naik ke dalam bus dan fasilitas audio visual informasi tantang halte untuk sahabat tuna rungu dan tuna netra. Hal yang lebih penting adalah akses warga terhadap Trans Semarang yang seharusnya dari permukiman berjarak 250-400 meter ke halte angkutan umum. Oleh karena itu pengembangan feeder juga mendesak. Rangkul Angkot Angkot yang masih ada saat ini (info ketua Organda ada 2.000 angkot) harus dirangkul dengan membeli layanan angkot per trip (BLU Trans Semarang sudah kunker ke Dishub Tabanan Bali). Untuk itu rute backbone Trans Semarang harus dievalusi berbarengan dengan rute feeder sehingga konektivitas membaik (tidak muter-muter).
-
Jadi akses dan konektivitas faktor utama orang memutuskan naik angkutan umum (bukan halte yang mewah). Konektivitas membaik jika jam pelayanan Trans Semarang juga tidak hanya sampai pukul 18.15 tetapi harus sampai pukul 23.00 bertahap misal diperpanjang dulu hingga pukul 21.00. Kampanye naik angkutan umum sangat baik jika dimulai dari ASN Pemkot Semarang yang misal menggunakan angkutan umum setiap Selasa - Jumat. Lead by example, sehingga peluncuran low deck ini tidak sekadar menjadi populer tapi memang sebuah komitmen untuk Kota Semarang inklusi di bidang transportasi dan untuk tujuan menekan penggunaan kendaraan pribadi yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas, kemacetan, meningkatnya suhu kota (semakin panas) dan tingginya biaya mobilitas warganya. (aa) *) Theresia Tarigan, Founder Komunitas Peduli Transportasi Kota Semarang (KPTS)

Editor: Arifin

Terkini

Setelah Arema Terima Hukuman, Gilang Malah Mundur

Selasa, 8 November 2022 | 13:28 WIB

Hidup Tanpa Kekerasan

Rabu, 3 Agustus 2022 | 22:27 WIB

Gender Equality, Setujukah?

Sabtu, 11 Juni 2022 | 12:07 WIB

Pemanfaatan Media Sosial bagi Literasi Hukum Perkawinan

Kamis, 30 September 2021 | 10:06 WIB

Restorasi Usaha Bersama AJB Bumiputera 1912

Kamis, 25 Maret 2021 | 14:49 WIB

Bumi Kritis, Manusia Apatis

Minggu, 8 Desember 2019 | 05:12 WIB

Menanti Regulasi Otoped Listrik

Senin, 18 November 2019 | 07:55 WIB

Bus Low Deck Sangat Dibutuhkan Kaum Difabel

Senin, 11 November 2019 | 08:59 WIB

Menangkap Informasi Langit

Minggu, 10 November 2019 | 06:59 WIB

Hampa, Jika Hidup Tanpa Misi

Sabtu, 9 November 2019 | 10:50 WIB

Ojol Penumpang No, Ojol Barang Yes

Senin, 4 November 2019 | 09:25 WIB

Ringankan Bumi dari Beban Beratnya

Kamis, 31 Oktober 2019 | 07:42 WIB
X