• Selasa, 26 Oktober 2021

Berantas Pinjol Ilegal, Kominfo Putus Akses Konten 4.873 Fintech Online

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:22 WIB
Berantas Pinjol Ilegal, Kominfo Putus Akses Konten 4.873 Fintech Online (Ilustrasi Antara)
Berantas Pinjol Ilegal, Kominfo Putus Akses Konten 4.873 Fintech Online (Ilustrasi Antara)

SMOL.ID - Setidaknya ada 4.873 akses konten fintech ilegal dan tak berizin diputus dari berbagai platform sejak 2018 hingga 10 Oktober 2021.

Langkah tegas itu ambil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta mitra kementerian dan lembaga untuk memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal yang semakin marak belakangan ini.

"Sejak tahun 2018 hingga 10 Oktober 2021 telah dilakukan pemutusan akses terhadap 4.873 konten fintech online, yang tersebar di berbagai platform," kata Menkominfo Johnny G Plate dalam OJK Virtual Innovation Day 2021 secara virtual dari Jakarta, dikutip pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Jangan Hanya Jadi Tukang Gali, Jokowi Minta Indonesia Setop Ekspor Bahan Mentah Nikel

Menurut Menteri Johnny, pemerintah dan para mitra kerja tidak akan memberikan ruang bagi setiap konten tekfin yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kita sama-sama punya tugas untuk tidak memberikan ruang kepada konten-konten ilegal atau konten-konten yang tidak sejalan dengan aturan-aturan perundang-perundangan. Agar ruang digital kita menjadi lebih bermanfaat bagi kepentingan masyarakat kita, dan digunakan secara maksimal untuk kemajuan perekonomian kita," paparnya.

Adapun 4.873 konten tekfin online tersebut tersebar di berbagai platform seperti website, marketplace, aplikasi, media sosial, dan layanan file sharing.

Menkominfo berharap, penegakan hukum atas maraknya konten ilegal dapat mendorong penggunaan platform digital yang semakin bermanfaat.

Baca Juga: Indonesia Buka Penerbangan Internasional 14 Oktober, Warga dari 18 Negara Ini Diizinkan Masuk

"Kita harapkan penegakan hukum ruang digital seperti ini akan mendorong semakin semaraknya fintech kita agar dimanfaatkan secara baik, digunakan demi kemaslahatan dan pembangunan ekonomi serta keuangan nasional kita," ujarnya.

Ia juga mengajak Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif pengembangan teknologi. Hal itu untuk mencegah kebocoran data dan memperkuat firewall untuk menangkal serangan siber serta menyiapkan infrastruktur digital.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

X